Tak Dapat Perawatan, Bayi Pasien BPJS Meninggal di Dalam Kandungan

Jumat, 22 Januari 2016 – 17:56 WIB

jpnn.com - SERPONG-Jaminan kesehatan dari BPJS tak selamanya ampuh menolong anggota masyarakat yang tengah membutuhkannya. Contohnya keluarga Ety (30), warga Rawa Mekar Jaya, RT1/1, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel. Pasien BPJS ini, harus kehilangan anak ketiganya karena telat ditangani oleh rumah sakit.

Arif, saudara korban mengatakan, Ety yang mempunyai riwayat persalinan caesar ini awalnya dirawat di Puskesman Rawa Buntu. Namun karena pihak Puskesmas tak sanggup menangani dan Ety adalah pasien BPJS, dia dirujuk ke Rumah Sakit Bunda Delima untuk melakukan persalinan pada tanggal 20 Januari 2016.

BACA JUGA: Mengenaskan, Pemuda Ini Tewas dengan Tangan Terborgol dan Luka di Sekujur Tubuh

Namun, sebelum tanggal 20 Januari tiba perut Ety mendadak mules luar biasa. Ia pun kembali dibawa ke Puskesmas Rawa Buntu yang kemudian langsung merujuknya ke RS Bunda Delima, karena prediksi dokter akan segera melahirkan. 

“Bidan puskesmas sudah memberikan rujukan ke Bunda Delima, dan Pukul 07.00 WIB Ety didampingi petugas Puskesmas ke Bunda Delima. Namun sayangnya, dengan alasan tidak ada dokter dan tidak menerima pasien BPJS. Akhirnya, Ety dibiarkan begitu saja (ditelantarkan, red),” ungkapnya kepada Tangerang Ekspres (grup jpnn), Kamis (21/1). 

BACA JUGA: Usai Pinjam Sepeda Motor, Pemuda Ini Ditemukan Tewas Tergantung

Sebelum dibawa ke Bunda Delima, Ety dan bayinya sempat diperiksa detak jantung. Hasilnya waktu itu, jantung ibu dan bayinya, bagus. Begitu sampai di Bunda Delima, selama 1 jam pasien didiamkan tanpa diberikan alat bantu dan lainnya. Padahal, kondisi Ety sudah lemah. 

Bahkan, bidan Rawa Buntu sempat berdebat dengan pihak Bunda Delima. Karena selama satu jam pasien dibiarkan tanpa ada pertolongan pertama. “Alasan mereka tidak ada dokter dan tidak terima pasien BPJS,” ungkap salah seorang petugas dari Puskesmas Rawa Buntu yang enggan ditulis namanya. 

BACA JUGA: Ini Pesan Wali Kota untuk Antisipasi Teroris

Karena tidak ada tindakan dari rumah sakit tersebut, akhirnya petugas Puskesmas meminta rujukan ke Rumah Sakit Medika. Namun, sekali lagi pihak rumah sakit Bunda Delima tidak mau memberikan rujukan. 

Bahkan, salah seorang suster di sana, malah menyuruh pihak keluarga berbohong. “Kalau ke Medika, jangan bilang dari Bunda Delima ya,” katanya, menirukan omongan salah seorang suster. 

Akhirnya, Ety yang didampingi petugas Puskesmas dibawa ke Rumah Sakit Medika. Namun sayanganya, sampai rumah sakit Medika bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia. Betapa kagetnya Ety, sehingga ia pingsan dan menangis histeris. 

Saat ditemui dirumahnya, Ety dalam kondisi lemas. Saat itu, ia masih menangis bahkan pingsan kalau mengingat kejadian ini. 

Sementara itu, Kepala Dinkes Tangsel Suharno saat dihubungi, belum mengetahui kejadian itu. Ia mengatakan akan mengecek terlebih dahulu kronologis pristiwa tersebut. “Saya konfirmasi terlebih dahulu peristiwa ini. Nanti hasilnya saya akan sampaikan,” pungkasnya. 

Sedangkan, saat dikonfirmasi ke rumah sakit Bunda Delima, tidak ada yang mau memberikan informasi bahkan terkesan menutup-tutupi kasus tersebut. (esa/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Syaukani Disetrum Lalu Dirampok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler