Tak Paham Peraturan, Pengusul Pansus Pagar JIS Disebut Asbun dan Kurang Baca

Selasa, 26 Juli 2022 – 23:43 WIB
Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M Syaiful Jihad. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Usulan pembentukan Panitia Khusus DPRD DKI soal robohnya pagar pembatas penonton di Jakarta Internasional Stadium (JIS) tidak memiliki urgensi

Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M Syaiful Jihad.

BACA JUGA: Pagar Tribune JIS Ambruk saat Peresmian, Wagub DKI Berkata

“Yang mengusulkan tidak paham aturan dan kurang baca. Banyak baca, lah. Biar tidak asal bunyi (asbun),” kata Syaiful kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/7).

Dia menjelaskan, pembentukan Pansus harus berdasarkan urgensi, memenuhi syarat, apa yang mendasari, dan kenapa harus ada pansus.

BACA JUGA: Pagar Tribune Utara JIS Roboh, PSI: Ini Memalukan Sekali

“Saya tuh memang enggak faham mereka maunya apa soal Pansus itu, untuk apa? Soal remeh temeh masa pakai Pansus. Soal pagar sudah diselesaikan oleh Jakarta Propertindo (Jakpro). Memang akan dievaluasi soal pagar dan itu hal lumrah,” beber dia.

JIS akan dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Jakpro dan penanggung jawab atau kontraktor yang mengerjakan. Saat pertandingan, kata dia, cukup meriah dan The Jakmania begitu antusias menyaksikan pertandingan di JIS sebagai stadion kebanggaan The Jakmania serta warga Jakarta.
 
“Kalau memang harus dibentuk Pansus, harus berdampak luas terhadap masyarakat. Itu yang harus dikaji lagi. Warga Jakarta begitu senang dan bangga dengan JIS. Soal
pagar itu uda selesai sama Jakpro,” tegas dia.

BACA JUGA: Pagar Tribune JIS Roboh Saat Grand Launching, Anies Bilang Semangat Jakmania Tinggi

“Sebaiknya jangan komentar kalau tidak faham dan sebaiknya lebih baik banyak baca aja dulu," sambungnya.

Dia mengatakan, banyak hal-hal besar dan substansial yang harus diurusi DPRD DKI daripada membentuk Pansus pagar roboh di JIS. Karenanya, menurut dia, usulan pembentukan Pansus itu bukan hal besar dan substansial.

Dia menambahkan, para pengusul pansus pagar roboh itu lebih memperbanyak literasi. Sehingga komentarnya di ruang publik tak justru menyesatkan masyarakat dengan hal-hal yang remeh temeh.

Sebab, kata dia, masyarakat Jakarta adalah masyarakat cerdas. Usulan itu, kata dia, justru ditertawakan masyarakat.

"Untuk apa. Pansus itu mestinya untuk hal-hal besar bagi kemajuan Jakarta. Jangan pagar roboh juga di Pansuskan," katanya.

Sebelumnya, pengamat kebijakan publik dari Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto mendorong para politikus Kebon Sirih agar membentuk Pansus Pagar JIS.

“Dari informasi yang saya dapatkan, pagar pembatas tribun penonton JIS itu dibangun dari bata ringan, bukan beton. Ini harus diselidiki lebih lanjut, apa benar begitu?" tanya Sugiyanto dalam keterangannya, Selasa (26/7). (ant/dil/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler