Tanda Panah di Dekat Lubang Bangunan Sarang Walet, Ternyata!

Selasa, 02 Oktober 2018 – 08:27 WIB
Bangunan sarang walet. Ilustrasi Foto: Haryadi/JPG

jpnn.com, KOTAWARINGIN BARAT - Aksi pencurian menyasar bangunan sarang walet terjadi di Desa Rungun Kecamatan Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat, Kalteng, Sabtu (29/9). Dua gedung dibobol kawanan maling walet dalam sehari.

Meski belum terdata dengan pasti, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, karena selain sarang walet beberapa alat elektronik pelengkap gedung juga hilang.

BACA JUGA: Kronologis Polisi dan Warga Berhasil Adang 10 Perampok

Gusti Mawardi, pemilik salah satu gedung walet tersebut mengatakan bahwa lokasi gedung di ruas Jalan Kolam-Rungun tepatnya di kawasan Natai Keminting sekitar enam kilometer dari desa Rungun. Maling menguras habis sarang walet yang berada di gedung tersebut.

“Tanggal 3 Oktober nanti gedung sarang walet saya genap satu tahun digunakan dan rencananya pada hari itu akan melakukan panen untuk pertama kali. Namun rencana ini gagal karena keduluan maling yang tertinggal hanya empat buah galah saja,” tutur Mawardi, Minggu (30/9).

BACA JUGA: Kepergok, Pencuri Nekat Terjun dari Lantai Tiga

Mawardi menjelaskan bahwa Sabtu sore saat kejadian berlangsung ia mengetahui jika pencuri walet masih berada di dalam. Namun karena sendirian dan tidak membawa senjata ia mencari bantuan warga untuk menangkapnya. Sayang saat puluhan warga datang untuk membantu, kawanan maling yang diduga berjumlah tiga orang tersebut sudah kabur.

Selain milik Mawardi, di hari yang sama juga terjadi pembobolan gedung walet milik Sobirin alias Mupakat yang merupakan warga Desa Riam Durian. Lokasi juga tidak begitu jauh, sekitar 600 meter dari gedung walet milik Mawardi.

BACA JUGA: Ferdi Hasan Bisa Masuk tak Bisa Keluar

“Sebelum tahu gedung saya dibobol, saya lebih dulu melihat gedung milik Mupakat jebol. Di dekat lubangnya ditulisi lafadz Allah dan tanda panah. Setelah saya hubungi pemilik gedung. Setelah itu baru saya datangi gedung milik saya sendiri,” kata Kepala Desa Rungun ini.

Menurutnya pencurian hari itu merupakan kejadian yang kedua kali dalam dua bulan ini. Dan termasuk aksi pencurian paling berani karena dilakukan pada siang menjelang sore hari.

“Ini termasuk berani karena dilakukan sekitar pukul 14.00 - 15.00 WIB. Sebelumnya sekitar satu bulan lalu pencuri beraksi pada pada malam hari. Waktu itu yang menjadi korbannya adalah warga Rungun H. Iyus dan Mupakat,” tandasnya. (gst/sla)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dor! Dor! Ijal Langsung gak Bisa Berdiri


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler