Tandatangani Kontrak Paket 5, Kemenhub Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Patimban

Minggu, 01 Januari 2023 – 03:40 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) saat meninjau Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (5/3). (Kemenhub)

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Jumat, (30/12) menandatangani kontrak pekerjaan paket 5: Konstruksi Car Terminal Pembangunanan Pelabuhan Patimban.

Proyek ini didanai dari pinjaman Japanase official Development Assistantance (ODA) Loans oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

BACA JUGA: Lepas KM Kelimutu yang Bawa Bantuan Sembako ke Karimunjawa, Ganjar Bilang Begini

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, yang diwakili oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Capt. Mugen S Sartoto mengatakan, penandatanganan kontrak ini merupakan proyek lanjutan dari pembangunan Pelabuhan Patimban Phase 1-1.

"Selaku Pimpinan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya serta dengan penuh tanggung jawab menyambut baik pelaksanaan Penandatanganan Kontrak Kegiatan ini sebagai bentuk mewujudkan amanah untuk terus mengembangkan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional," ujar Dirjen Arif.

BACA JUGA: Kemenhub Raih Apresiasi dari KPK Atas Pelayanan di Kawasan Pelabuhan

Dirjen Arif mengungkapkan dengan telah ditandatanganinya Kontrak Pembangunan Pelabuhan Patimban Paket 5 ini, semua proses pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Patimban Paket 5 ini diharapkan bisa berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), tujuan Pembangunan Pelabuhan Patimban adalah mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan.

BACA JUGA: 8 Pabrik Milik SIG Raih Penghargaan PROPER dari KLHK

Kemudian memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi Migas.

"Dengan demikian keberadaan Pelabuhan Patimban tentunya akan memperkuat kapasitas logistik nasional dan melengkapi atau mendukung Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta," terang Dirjen Arif.

Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat ini ditargetkan akan bisa menampung kapasitas sebanyak 7,5 juta TEUs setiap tahunnya untuk peti kemas, dan 600 ribu kendaraan.

Adapun untuk pekerjaan konstruksi ini direncanakan akan rampung dalam waktu 31 bulan dengan lingkup pekerjaan utama terdiri dari Dermaga Terminal Kendaraan dengan Panjang 381 m, Dermaga Service Boat dengan Panjang 367 m.

Kemudian Dermaga Ro-Ro dengan Panjang 170 m, pekerjaan reklamasi dengan metode Cement Deep Mixing (CDM) dan Cement Pipe Mixing (CPM) seluas 20 Hektar serta Pekerjaan Pengerukan dengan kedalaman -14 m.

Pendanaan pembangunan berasal dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN) JICA yang tertuang dalam Loan Agreement No. IP-583 dan No. IP577.

Pelaksanaan Tender Paket 5 ini dimulai pada 17 November 2021.

"Dan dalam prosesnya memerlukan waktu hingga 1 tahun dengan melalui banyak sekali tahapan yang memerlukan pembahasan yang cukup intens dan Alhamdulilah pada hari ini dapat selesai dengan baik," sebut Dirjen Arif.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler