Tanggap Darurat Atasi Dampak Lumpur 'Lapindo' di Balikpapan

Senin, 17 November 2014 – 17:38 WIB
Ilustrasi TKP dipasang garis polisi. Foto: AFP

jpnn.com, BALIKPAPAN - Semburan lumpur bercampur gas di wilayah RT 30 Manggar Baru, Minggu (16/11) kemarin, berhasil dikendalikan. Sehari sebelumnya, lumpur menyembur dari galian sumur dengan ketinggian mencapai 15 meter hingga mengotori kubah Masjid Al-Ikhlas RT 30 Manggar Baru.

Semburan itu bahkan sempat menyebabkan getaran sehingga membuat warga sekitar panik. Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, Pemkot mendirikan posko pengungsian bertempat di embarkasi Haji Batakan.

BACA JUGA: Main Kelamaan Ogah Bayar, Pemuda Tewas Ditombak Suami PSK

“Kami menetapkan masa tanggap darurat selama lima hari ke depan sambil melihat perkembangan pascapenutupan sumur gas,” kata Asisten I Pemkot Balikpapan, Syaiful Bachri dilansir Balikpapan Pos (Grup JPNN.com), Senin (17/11).

Kemarin, Pangdam VI Mulawarman, Mayjend Benny Indra Pujihastono tampak meninjau lokasi semburan lumpur.
Dalam kunjungannya, Pangdam menginstruksikan jajarannya untuk membantu warga sekitar. Tampak sejumlah pejabat TNI mendampingi Pangdam seperti Dandim 0905 Kota Balikpapan Letkol Inf Iwan Budiarso, Danyon 600 Raider Mayor Inf Wilson Napitupulu.

“Bantu warga di sekitar pusat semburan untuk melakukan pembersihan lumpur baik di sekitar rumah warga yang terendam maupun di areal Masjid Al Ikhlas,” kata Mayjend Benny.
 
Semburan lumpur sejak Minggu (16/11) sekira pukul 09.00 Wita berhasil dihentikan setelah tim penanggulangan bencana turun tangan. Personel yang terdiri atas aparat gabungan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan tenaga ahli dari Pertamina menggunakan 400 sak semen yang dimasukkan ke dalam rongga semburan serta menutup mulut sumur menggunakan plat baja.
 
“Semen yang digunakan bukan semen untuk bangunan biasa, tapi semen itu khusus untuk pembuatan sumur. Kami menggunakan 400 sak semen untuk menutup rongga luapan,” terang Kepala RIG Service Pertamina EP V Sanga-Sanga, Tursana Fatur Riduan.

Secara teknis, plat baja yang tebalnya sekira 10 sentimeter akan ditenggelamkan disusul dengan timbunan semen yang akan mengering dengan sendirinya dalam waktu 6 jam. Lempengan baja selebar 4 meter persegi itulah yang akan menghalangi lumpur bercampur gas kembali keluar.

Tepat pukul 18.00 Wita, 400 sak semen yang diangkut menggunakan 1 unit kontainer tiba di lokasi semburan lumpur. Semen lantas dimasukkan ke dalam mesin pengaduk truk molen untuk selanjutnya dialirkan ke dalam rongga saluran luapan lumpur. Semua peralatan itu didatangkan oleh Pertamina E&P V Sanga-Sanga.
 
Sementara itu, endapan lumpur yang memenuhi drainase diuruk menggunakan excavator mini milik Denzipur kemudian disedot memakai alkon (mesin penyedot air). Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan melibatkan TNI Kodam VI Mulawarman, dari Batalion infanteri 600 Raider, Dodikjur dan Denzipur beserta tim dari Pertamina Sanga-Sanga masih berupaya menutup sumur.
 
Selain menutup sumur, Pemkot telah pula mendirikan posko penampungan bagi warga yang mengungsi di embarkasi Haji Batakan. Ternyata, warga yang rumahnya terkena semburan lumpur lebih memilih untuk mengungsi ke tempat keluarga masing-masing. Akibatnya, tiga tenda berukuran besar yang berdiri di halaman embarkasi haji, kosong tanpa penghuni. Seperti diketahui, semburan lumpur di RT 30 Kelurahan Manggar Baru terjadi sejak Sabtu (15/11).
 
Akibat semburan tersebut, 1 rumah terendam lumpur, 11 rumah dikosongkan, serta 11 KK atau 35 warga dievakuasi ke Embarkasi Haji. Awalnya Ketua RT 30 Abdulah bersama 7 warga mengebor sumur untuk memenuhi kebutuhan air kelompok tani. Pengeboran sumur bantuan dari Bank Indonesia (BI) atas usulan para petani yang mengalami krisis air saat kemarau.
 
Karena belum ada kepastian lahan, Abdulah mencoba berkoordinasi dengan pihak masjid Al Ikhlas di wilayah sekitar untuk membuatkan sumur. Setelah diizinkan oleh pengurus masjid, Sabtu (15/11) pukul 16.00 Wita, Abdulah dibantu tujuh warga mulai melakukan pengeboran. Pengeboran sempat berpindah tempat karena pengeboran pertama tidak menemukan sumber air. Nah, pada pengeboran kedua sedalam antara 60 meter hingga 65 meter terjadilah semburan.(jpnn)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler