Tanggul Sungai Jebol, Puluhan Rumah Kebanjiran, Warga Waswas

Senin, 23 Maret 2020 – 20:48 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Kediri saat survei di lokasi kompleks perumahan yang banjir, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Senin (23/3). Foto: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Kediri

jpnn.com, KEDIRI - Tanggul Sungai Bendo Krosok di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, sepanjang 30 meter pada Minggu (22/3) malam jebol, hingga mengakibatkan puluhan rumah warga terendam banjir.

"Terjadi bencana banjir yang diakibatkan tanggul Sungai Bendo Krosok di Dusun Geneng, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, jebol Ini mengakibatkan luapan sungai masuk Perumahan Asabri di Desa Ngeblak, Banyakan, sampai Senin, air masih menggenangi perumahan," kata Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Kediri Windoko, Senin.

BACA JUGA: Kota Cilegon Diterjang Banjir Lagi

Ia mengatakan, banjir cukup tinggi menggenangi rumah warga di kompleks Perumahan Asabri, dengan ketinggian banjir awalnya hingga dada orang dewasa, dan sampai Senin ini masih tergenang sekitar pinggang orang dewasa.

Di kompleks perumahan tersebut, ada sekitar 31 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 87 orang. Warga ada yang mengungsi ke lokasi yang lebih aman, namun beberapa di antara mereka ada yang masih tinggal di perumahan. Ada warga yang bertahan di perumahan, delapan KK dengan delapan orang. Untuk warga yang dievakuasi ada sebanyak 23 KK dengan jumlah 23 orang.

BACA JUGA: Virus Corona, DBD, Kini Banjir

Pihaknya menyebut, evakuasi dengan perahu dilakukan pada Senin dini hari, karena air yang semakin tinggi khususnya pada warga yang rumahnya terendam .setinggi dada orang dewasa. Sebagian terkena banjir parah karena rumah mereka berada di sekitar cekungan.

"Ada sekitar delapan orang yang bertahan, karena posisi rumah mereka banjirnya tidak terlalu tinggi. Rumahnya juga lantai dua, sehingga mereka menegaskan untuk bertahan," kata dia.

BACA JUGA: Pak Jokowi, Tolong Gratiskan Internet Bagi Pelajar & Tunda Pembayaran Segala Macam Cicilan

BPBD Kabupaten Kediri akan melakukan pendataan nilai kerugian akibat banjir, menunggu air surut.

Ia menjelaskan, proses perbaikan akan dilakukan dengan karung yang diisi dengan pasir atau tanah dan ditumpuk. "Warga juga akan dilibatkan untuk kerja bakti, sehingga proses perbaikan tanggul jebol secara darurat bisa dilakukan," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler