Tantangan Dirut Baru Mandiri Menurut Ketua Himbara

Selasa, 22 Maret 2016 – 08:22 WIB
Bank Mandiri. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Asmawi Syam berharap pimpinan Bank Mandiri terpilih tetap menjaga komunikasi yang baik dengan perbankan lain terutama yang tergabung dalam kelompok bank BUMN itu. 

Diketahui, Kursi Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi beralih ke Kartika Wirjoatmodjo, kemarin.

BACA JUGA: Ini Dia Bos Baru Bank Mandiri

”Bagi saya atau juga kami, siapapun yang terpilih pasti figure terbaik. Kita tetap mengharapkan karena Himbara ini kan hanya perhimpunan, jadi bisa lah lancar berkomunikasi satu dengan lainnya,” ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (21/03).

Terlebih, kata dia, saat ini perbankan di Indonesia terutama milik pemerintah memiliki visi sama yaitu bagaimana agar bisa bersaing dengan perbankan lain di level Asean. 

BACA JUGA: Penjualan BBM Eceran akan Diatur

Dalam konteks Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), persaingan terbuka di industri perbankan atau disebut Asean Banking Integration Framework akan bergulir sekitar 2020.

Tahap awal ini salah satu tantangannya memang bagaimana agar bunga bank di Indonesia yang relatif tinggi bisa bersaing dengan rata-rata bunga bank besar di Asean yang sudah menerapkan bunga rendah. 
”Soal bunga bank single digit seperti harapan pemerintah itu memang tidak hanya tugas Bank Mandiri saja atau tugas bank BRI saja tapi semua bank (di Indonesia),” kata Asmawi yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) itu.

BACA JUGA: Kantongi Laba Rp 6,1 triliun, Bank Mandiri Sebar Deviden Rp 261,4 per Lembar

Kelak, menurutnya, siapa yang tidak bisa mengikuti bunga bank rendah atau sesuai rata-rata pasar memang menjadi sulit sendiri karena berpotensi ditinggal nasabah. Bank di Indonesia harus lebih kompetitif dari sisi itu.

Tetapi untuk saat ini perlu dilihat kondisi di masing-masing bank. Memang ada bank yang lebih leluasa dan mudah untuk segera merealisasikan bunga kredit single digit tetapi tidak sedikit yang sulit. 

”Bunga itu kan komponen paling ujung. Hasil dari dari berapa tinggi dan rendah cost of fund (biaya dana), seberapa efisien bank tersebut, heat of costnya seperti apa,” tuturnya.

Tidak dimungkiri memang banyak bank yang pendapatannya ditopang oleh bunga sehingga sangat bergantung pada penerapan suku bunga. 

”Bank-bank di Asean (bunganya) memang jauh lebih rendah. Jadi bagaimana kita nanti bisa bersaing itu fokusnya,” ucapnya. (dee/gen/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gubernur Ikut Terbang Perdana Garuda Jakarta-Silangit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler