Tantangan Sri Mulyani untuk Dirjen Baru Bea Cukai Askolani

Jumat, 12 Maret 2021 – 17:44 WIB
Sri Mulyani Indrawati meminta Direktur Jenderal (Dirjen) Baru Bea dan Cukai Askolsi untuk mempertahankan prestasi DJBC. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta Direktur Jenderal (Dirjen) Baru Bea dan Cukai Askolsi untuk mempertahankan prestasi DJBC tahun sebelumnya, yakni mencapai target penerimaan negara.

“Selama 2020 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencapai target penerimaan negara, itu suatu prestasi. Saya minta tahun 2021 harus tetap dipertahankan dan ini bukan langkah yang mudah,” katanya di Jakarta, Jumat (12/3).

BACA JUGA: Sri Mulyani Rombak Jajaran Eselon I Kemenkeu, Siapa Mereka?

Menkeu menyatakan optimalisasi penerimaan negara dapat dilakukan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi.

"Serta membangun data analitik sebagai satu alat mencapai target penerimaan," papar dia.

BACA JUGA: Pesan Sri Mulyani Pada Wajib Pajak, Jangan Lakukan Ini...

Menurut dia, tahun ini DJBC memiliki target penerimaan sebesar Rp 215 triliun. Pada Januari realisasi penerimaan berkisar Rp 12,5 triliun atau 5,8 persen dari total target.

"Mampu tumbuh 175,3 persen (yoy) dibanding periode sama 2020 yakni Rp 4,5 triliun," ucap Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana World Bank itu menyebut, selama 2020, DJBC mampu menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 212,8 triliun atau 103,5 persen dari target Rp 205,7 triliun.

“Juga bersama-sama dengan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Anggaran yang sebelum ini dipimpin oleh Pak Askolani akan menjadi kunci yang makin penting,” tegas dia.

Sri Mulyani juga meminta DJBC untuk meningkatkan pelayanan dalam fasilitas perdagangan dan industri dan mendorong ekspor. Menurut dia, karena seluruh kantor wilayah memiliki tugas untuk mendorong langkah ekspor.

“Serta terus melakukan perlindungan bagi perekonomian dan masyarakat terhadap berbagai ancaman penyelundupan,” ujar Sri Mulyani.

Dia mengatakan, DJBC juga harus membangun ekosistem logistik nasional yang efisien menggunakan teknologi. Hal itu menjadi suatu suatu keharusan untuk mendukung ekonomi masyarakat.

Sri Mulyani merangkum, diharapkan Askolani dapat meneruskan berbagai reformasi di DJBC yang telah dilakukan oleh Dirjen Bea dan Cukai sebelumnya yakni Heru Pambudi.

“Melanjutkan reformasi di lingkungan DJBC adalah keharusan bukan pilihan. Untuk itu berbagai area perkuatan integritas, budaya organisasi dan penguatan kelembagaan harus menjadi perhatian,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Sri Mulyani melakukan perombakan terhadap jajaran eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan termasuk Askolani dan Heru Pambudi.

Askolani sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran yang kemudian menjadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai untuk menggantikan Heru Pambudi yang saat ini menjadi Sekretaris Jenderal. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler