Tanya Buka Puasa, Oknum PNS Kemenag Pukul Istri

Sabtu, 11 Agustus 2012 – 18:20 WIB
TANJUNGPANDAN - Ala seorang petinju yang berlaga di ring, seorang suami tega memukul istrinya bertubi-tubi. Sementara sang istri hanya bertahan dengan melindungi kepalanya dengan kedua tangan. Namun sekuat apa pertahanan sang istri akhirnya pukulan telak mendarat dan membuat matanya lebam dan menderita pusing yang belum juga sembuh.

Itulah kira-kira gambaran yang dilakukan oleh TY (34) terhadap istrinya Et (32). Perbuatan tersebut tega dilakukan hanya gara-gara istrinya menanyakan kenapa ia tidak diajak untuk berbuka bersama di kantor sang suami.  

Mendapat perlakuan tersebut, Et (34) akhirnya tak tahan. Dan Kamis (9/8), Et mengambil jalur hukum, melaporkan sang suami ke Mapolres Tanjungpandan. Mendapat laporan ET, polisi bergerak cepat dan menjemput TY yang saat itu tengah berada di Kantor Kemenag Beltim di Manggar, tempatnya bertugas.    

Kapolsek Tanjungpandan Kompol Andi Batara seizin Kapolres Belitung AKBP Dian Harianto membenarkan kejadian tersebut. menurutnya, sang Pelaku sudah diamankan, tadi pagi, anggota polisi dengan menjemputnya di tempat kerjanya, Kamis (9/8) lalu.

"Suaminya sedang diperiksa, anggota saya belum laporan sampai saat ini hasil pemeriksaannya. Kalau nanti sudah diperiksa baru akan disampaikan hasil pemeriksaannya," ujar Andi.

Berdasarkan laporan Et kepada pihak kepolisian, Rabu (9/8), ia mendapat pukulan setelah terjado cekcok mulut di rumah kosnya di Jalan Diponegoro Tanjungpandan. Insiden kekerasan ini meledak pada selasa siang (7/8) sekira pukul 15.00 wib.

Saat itu, ET tengah tengah membuat kue. Et bertanya kenapa ia tidak diajak dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan kantornya.  Awalnya Et bertanya masalah acara buka bersama di kantor TY. Kenapa ia tidak diajak. Namun sayangnya jawaban yang diterima ET tidak mengenakan. "Dia bilang Kawa ku ngajak ka, kan ku lah bilang dak kan ngajak2 ka, ku komit kek omongan ku, ka lah muet ku malu dihadapan mereka," tutur Et, Kamis (9/8).

Mendapatkan jawaban tersebut, menurut Et, ia tidak puas dan kebali bertanya pada TY yang saat itu hendak bersiap-siap pergi dari kos. Merasa dicuekin, Et lantas melarang mobilnya dipakai. Namun tanpa disangka TY langsung memukula dengan tangan sebanyak tiga kali.

Tidak sampai disitu, ia juga didorong oleh TY ke tempat tidur. Dan berusaha bangun, Et mengaku kembali mendapat dorongan hingga terjatuh. Bahkan, aku Et, TY melayangkan pukulan berkali-kali. Mendapat serangan dari suaminya ini Et cuma bertahan dengan melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. Pengakuan Et, pukulan yang diterimanya lebih dari sepuluh kali. Bahkan sebuah pukulan mendarat telak. Terus mendapat serangan, Et kemudiaan beristifar, barulah tangan suaminya berhenti mendaratkan pukulan. "Masih sakit sampai sekarang," kata Et sambil meringis menahan sakit. Mata Et terlihat lebam.

Setelah itu, Et kemudain memeriksa mukanya ke cermin dan memotretnya. Lalu dikirim ke sanak familinya di Bangka. Tampaknya mendapat laporan dari Et, keluarga di Bangka menelpon TY, dan TY mendekati Et dan meminta maaf.

"Aku pusing kecapean dan ketiduran. Rasanya sampai sekarang masih sakit. Sepertinya tak ada penyesalan dari dirinya," ungkap Ety.

Tidak terima atas perbuatan TY, keesokan paginya, dirinya langsung melaporkan kejadian ke pihak Polsek Tanjungpandan. Bahkan luka-luka yang diderita, sempat divisum dengan diantar anggota polisi ke RSUD Kabupaten Belitung.(**)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pencurian Sapi Meningkat

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler