Tarawih di Masjid yang Didirikan Sunan Ampel, Setiap Malam Khatam 1 Juz

Minggu, 04 Juni 2017 – 04:42 WIB
MENUNGGU WAKTU SALAT: Para jamaah di Masjid Jami’ Peneleh. Foto Satria Nugraha/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Masjid-masjid dipenuhi jamaah yang melaksanakan salat Tarawih.

Begitu pula di masjid bersejarah, Masjid Jami’ Peneleh.

BACA JUGA: Yuk Hindari 4 Makanan ini Selama Puasa

Namun, ada yang khas di masjid di Jalan Peneleh Gang V ini, karena setiap Taraweh harus membaca satu juz Alquran.

=============================
Ibnani Yazin - Radar Surabaya
=============================

BACA JUGA: Pentingnya Puasa dan Bahaya Perut Kenyang

“Biasanya kalau salat Tarawih yang dibaca adalah surat-surat pendek. Di sini tidak, dalam salat Taraweh 23 rakaat setiap malamnya, para imam Masjid Jami’ Peneleh menghatamkan satu juz,” ujar Ketua Takmir Masjid Jami’ Peneleh, Muhammad Sufyan.

Sufyan mengatakan, menghatamkan satu juz setiap salat Taraweh menjadi taradisi di Masjid Jami’ Peneleh.

BACA JUGA: Polwan Cantik Berhijab di Tengah Padatnya Jalur Pantura

Hal tersebut menjadi keistimewaan, sebab tidak banyak masjid di Kota Surabaya melakukan seperti itu.

“Ada tiga masjid kalau tidak salat di Surabaya yang menghatamkan satu juz tiap salat Tarawih, salah satunya Masjid Jami’ Peneleh. Ketika satu hari satu juz, jadi bisa megkatamkan Alquran saat bulan puasa yang biasaya terhitung 30 hari,” ujarnya.

Untuk pemilihan imam di Masjid Jami’ Peneleh, tidak sembarangan. Imam masjid dipilih yang benar-benar hafal keselurhan ayat-ayat suci Alquran atau hafidz.

“Imamnya rata-rata alumni santri pondok depan masjid, yang memang pondok tersebut khusus orang-orang yang berniat menghafal Alquran,” tambah Sufyan.

Pembacaan satu juz Alquran dalam salat Tarawih, tidak membuat para jamaah enggan untuk salat di masjid ini.

Hal malah menjadi daya tarik tersendiri, baik dari warga sekitar atau warga luar Jalan Peneleh.

“Orang dari luar Peneleh juga banyak yang berdatangan ke sini. Jumlahnya banyak,” ungkap Sufyan.

Hingga saat ini tradisi salat Tarawih dengan khatam satu juz setiap malamnya, masih dilakukan di masjid yang dirikan oleh Raden Rahmat yang lebih dikenal dengan Sunan Ampel.

Berbagai aktivitas lain, seperti salat tahajud berjamaah di malam ke 20 bulan Ramadan, dilanjut sahur bersama juga menjadi kegiatan rutin di masjid ini. (*/no)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Para PSK Diimbau Insaf dan Bertobat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler