Target Sterilisasi Dongkrak Penumpang

Selasa, 10 Agustus 2010 – 10:43 WIB
JAKARTA - Sterilisasi jalur busway yang dilakukan selama dua pekan terakhir ditargetkan mampu mendongkrak jumlah penumpangGubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo optimistis setelah sterilisasi, penumpang mampu didongkrak hingga 25 persen dari jumlah sebelum dilakukannya sterilisasi.“Setelah dilakukan sterilisasi, jumlah penumpang naik 18 persen

BACA JUGA: Siti Aisyah Terpilih Ketua Muslimat NU Bekasi

Saya minta penumpang bisa dinaikkan hingga 25 persen,” ujar Foke, sapaan Fauzi Bowo.

Setelah sepekan terakhir dilakukan sterilisasi, jumlah penumpang busway meningkat rata-rata 18,26 persen atau sekitar 174.471 orang
Koridor I Blok M-Kota sebanyak 81.437 orang atau naik 17,04 persen; koridor III Kalideres-Harmoni 33.295 orang atau naik 14,91 persen; koridor V Kampung Melayu-Ancol 30.975 orang atau naik 23,24 persen; koridor VI Ragunan-Dukuh Atas 28.764 orang atau naik 17,84 persen

BACA JUGA: Puasa, Jam Kerja PNS Dipangkas 1 Jam



Sebagai perbandingan, sebelum disterilkan, koridor I Blok M-Kota 69.578 orang, koridor III 28.975 orang, koridor V 25.134 orang, koridor VI 24.410 orang
Total 148.097 orang.Kenaikan 18 persen menurut Foke masih harus ditingkatkan

BACA JUGA: Bogor Menuju Kota Zakat

Mengingat potensi penumpang masih cukup tinggiSemakin jalur busway steril, jumlah penumpang yang mampu didongrak akan semakin tinggiSehingga, target penumpang naik 25 persen sangat realistisUntuk menggencarkan sterilisasi, pihaknya meminta aparat kepolisian dan Satpol PP menambah personelnya di lapanganTidak hanya di tingkat provinsi, tapi juga aparat di masing-masing wilayah bisa ikut dilibatkan.  

Sterilisasi yang dilakukan mulai pukul 06.00 hingga pukul 14.00 dan sore hari pukul 14.00 hingga pukul 22.00 itu melibatkan 486 personelAparat kepolisian 109 orang, Dinas Perhubungan 136 orang, Satpol PP 32 orang, Garnisun 31 orang, dibantu 100 orang dari BLU Transjakarta serta 60 orang dari UPT ParkirPara petugas disebar di koridor I 100 orang, koridor III 146 orang, koridor V 140 orang serta koridor VI 100 orang“Semakin banyak petugas yang dilibatkan, sterilisasi tentu akan semakin efektif,” kata Foke.

Sebab, selain mampu mendongkrak jumlah penumpang busway, sterilisasi juga terbukti mampu meminimalisasi tingkat kecelakaanSelama sepekan terakhir, tiga koridor yang dilakukan sterilisasi terbukti tidak ditemukan adanya kecelakaan.  Sehingga, Pemprov DKI juga akan berupaya menghapus sejumlah putaran yang ada di jalur busway untuk menghindari kecelakaan ituAgar, ketika tidak dijaga petugas, kemungkinan terjadinya kecelakaan bisa dihindari. 

Menurut Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup M Tauchid Tjakra Amidjaja, setelah jalur busway steril, pihaknya mengagendakan penambahan park and rideSebab, semakin banyak calon penumpang busway, area parkir harus semakin luasSelain itu, perbaikan separator yang selama ini rusak diterjang kendaraan pribadi yang menerobos jalur busway juga akan dilakukan

Separator yang tidak efektif dan mempersempit luas jalan juga akan dihapusSeperti di Senen arah Kramat Raya, Jakarta PusatKemudian juga dilakukan pemasangan barier pembatasan lajur di Jalan Daan Mogot dari arah Tangerang sebelum flyover Pesing“Kami juga akan mengkaji waktu lampu pengatur lalu lintas di setiap persimpangan sepanjang jalan arteri yang dilalui koridor busway,” pungkasnya(aak)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Iwapi Bogor Raih Predikat Teladan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler