Tasman Disergap Buaya di Depan Istrinya

Senin, 16 Juli 2018 – 13:59 WIB
Ilustrasi buaya. Foto: AFP

jpnn.com, KOTAWARINGIN TIMUR - Tasman (55), Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur, Kalteng, nyaris tewas disergap buaya di Sungai Mentaya, Sabtu (14/7). Pergelangan kaki kanannya luka berat. Nyawanya selamat setelah sang istri dan anak turun tangan.

Lia (45), istri korban, menyaksikan sendiri suaminya nyaris kehilangan nyawa. ”Saya hampir tidak percaya melihat suami dimangsa buaya. Saya sempat berpikir dia tidak bisa diselamatkan lagi. Soalnya saat itu badan suami saya terguling berulang kali oleh buaya tersebut,” katanya.

BACA JUGA: Detik-detik Bunda Lompat ke Sungai saat Anak Diseret Buaya

Menurut Lia, suaminya diserang buaya saat turun ke sungai. Saat itu Tasman baru saja bangun tidur dan bergegas ke sungai. Kemudian membersihkan wajahnya menggunakan air sungai.

Diduga saat itulah dia diincar buaya. Saat hendak mengambil sikat gigi, buaya itu beraksi dan langsung menyambarnya.

BACA JUGA: Anak Diseret Buaya, Ibunya Lompat ke Sungai, Heroik!

”Sebenarnya, sayalah yang harus digigit buaya itu, karena biasanya saya yang duluan pergi ke lanting. Tapi, saat itu si bapak (Tasman, Red) yang malah duluan ke lanting,” tuturnya.

Gigitan buaya di kaki Tasman, membuatnya harus dilarikan ke Puskesmas terdekat hingga dirujuk kembali ke RSUD dr Murjani Sampit. Pantauan Radar Sampit (Jawa Pos Group) di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Tasman terbaring lemas. Dia ditemani keluarganya. Pergelangan kaki kanannya yang digigit buaya harus diperban.

BACA JUGA: Nyaris Tertangkap, Buaya di Kali Grogol Diduga Stres

”Atas kejadian itu, tulang bagian pergelangan kaki bapak remuk, sedangkan tulang bagian tumitnya hilang karena dimakan buaya,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Pulau Hanaut Iptu Jabidi Idar mengatakan, saat ada warga digigit buaya, air Sungai Mentaya saat itu sedang pasang. ”Menurut warga setempat, buaya di sekitar lokasi kejadian akhir-akhir ini sering muncul,” katanya.

Bupati Kotim Supian Hadi meminta masyarakat di wilayah selatan berhati-hati ketika beraktivitas di sungai. Dia meminta camat, kepala desa, hingga lurah, aktif mengimbau warga di wilayahnya masing-masing agar kejadian serangan buaya tak terus terulang.

Dia juga meminta warga tak bertindak sendirian. ”Apabila ada warga yang ingin menangkap, apalagi membunuh buaya, hal tersebut akan melanggar aturan,” katanya.

Supian menyadari warga di wilayah selatan masih bergantung pada sungai. Karena itu, dia meminta agar mulai membiasakan diri beraktivitas di darat. ”Seperti mencuci pakaian, mandi, dan lainnya. Jangan sampai lagi ada yang berani beraktivitas di pinggir sungai,” ujarnya. (sir/ign)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nana Menyelam, Buaya Berenang di Atas Kepalanya, Ngeri!


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler