DPR Dukung Ketegasan Bakamla Sikat Dua Kapal Asing di Pontianak

Minggu, 24 Januari 2021 – 23:48 WIB
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Foto: Humas DPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Muhammad Azis Syamsuddin mengapresiasi langkah Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengamankan kapal tanker berbendera Iran dan Panama, yang diduga tengah beraktivitas ilegal yakni mentransfer bahan bakar minyak (BBM) di perairaan Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Ia menegaskan DPR mendukung Bakamla sepenuhnya dalam mengamankan batas-batas NKRI dan menindak tegas segala bentuk kegiatan ilegal.

BACA JUGA: Detik-Detik TNI AL Tarik Kapal Asing Taiwan, Sempat Kejar-kejaran

“DPR mengapresiasi kinerja Bakamla dalam hal ini. Semua bentuk kegiatan asing secara ilegal wajib ditindak tegas," kata Azis, Minggu (24/1).

Azis menilai langkah Bakamla sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014, serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 178 Tahun 2014.

BACA JUGA: Lima Kapal Asing Ditenggelamkan Kejaksaan di Laut Kepri, Satu dari Malaysia Selamat Tinggal!

"Yaitu melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia," lanjut Azis.

Menyikapi proses selanjutnya, Azis mengatakan, segala bentuk pelanggaran wajib ditindak sesuai mekanisme yang berlaku di Indonesia serta hukum international.

BACA JUGA: Ada Kapal Asing di Laut Natuna, Kolonel Binsar Mengeluarkan Perintah, KRI Bermanuver, Tegang

Lebih lanjut, ia mendesak aparat penegak hukum agar membongkar oknum-oknum yang mungkin terlibat.

“Ada banyak pelanggaran di kasus ini, kegiatan ilegal transfer BBM ship to ship, tidak mematuhi aturan pengibaran bendera, hingga melakukan oil spilling," katanya.

Politikus Partai Golkar itu menerangkan UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 telah mengatur segala bentuk peraturan dan sanksi yang wajib dipatuhi.

"Sehingga kasus ini dapat dikembangkan dalam menjerat oknun-oknum yang terlibat.” tegas Azis.

Pimpinan DPR bidang koordinasi politik, hukum, dan keamanan, itu berharap aparat penegak hukum bergerak cepat dalam mengembangkan kasus ini dan segera memberantas jaringan yang terlibat.

“Segera ungkap oknum-oknum yang terlibat. Tidak tidak boleh ada lagi mafia dalam penyediaan dan distribusi BBM ilegal," katanya.

Dia menegaskan bahwa upaya ini bagian dari melindungi keutuhan dan batas-batas NKRI,  serta membangun persaingan sehat.

"Ini juga sesuai semangat UU Cipta Kerja menuju Indonesia maju,” tutup Azis.

Sebelumnya, kapal Bakamla KN Marore 322 dikomandani Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto sedang melaksanakan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri Trisula-I/21, mengamankan dua kapal tanker asing.

Penangkapan ini bermula ketika KN Marore 322 mendeteksi kontak radar diam dengan indikasi sistem identifikasi otomatis atau automatic identification system (AIS) dimatikan pada baringan 260, jarak 17NM posisi 00° 02' U - 107° 37' T.

Kedua kapal tersebut terungkap sebagai MT Horse berbendera Iran dan MT Frea berbendera Panama. (boy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler