Tegas Jaga Kekayaan Indonesia, Jokowi Dipuji Megawati

Sabtu, 16 Desember 2017 – 13:46 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menghadiri Rakornas Tiga Pilar PDIP, ICE, BSD Tangerang, Sabtu (16/12). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, TANGERANG - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai Presiden Joko Widodo sangat tegas menjaga kekayaan alam Indonesia.

"Ada yang mau investasi. Namun, presiden kita dengan keras bilang "boleh datang tetapi kontraknya harus berkeadilan untuk bangsa Indonesia"," ujar Megawati saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar Bidang Ekonomi Kerakyatan di  ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (16/12).

BACA JUGA: Bu Mega Pantau Langsung Persiapan Rakor 3 Pilar PDIP di BSD

Dalam kesempatan itu, Megawati mengenang pengalamannya menjadi presiden Indonesia.

Megawati mengaku selalu menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam (SDA).

BACA JUGA: PDIP Sinergikan 3 Pilar Partai demi Ekonomi Berdikari

Namun, banyak negara ingin memengaruhi Indonesia agar bisa memiliki kekayaan itu, termasuk dengan dalih investasi.

Beruntung, sambung Megawati, Jokowi memiliki sikap tegas untuk menjaga kekayaan Indonesia.

BACA JUGA: Genjot Ekonomi Kerakyatan, PDIP Kumpulkan Kader dari 3 Jalur

Menurut Megawati, menjaga kekayaan  alam dengan arif dan bijaksana sangat penting.

Mega menambahkan, kekayaan alam bukan untuk dieksploitasi demi investasi yang bisa berujung kehancuran.

"Tidak ada salahnya mengadopsi pola hidup masyarakat adat yang bersinergi dengan alam dan lingkungan," kata Megawati.

Megawati juga meminta pemerintah mendorong kedaulatan pangan, bukan sekadar ketahanan pangan.

Megawati menjelaskan, ketahanan pangan berbeda dengan kedaulatan pangan. Menurut dia, ketahanan pangan hanya berorientasi ketersediaan pangan tanpa memedulikan asal muasalnya.

Karena itu, impor pangan pun menjadi hal biasa tanpa memerhatikan nasib petani dan pelaku industri dalam negeri.

Sedangkan kedaulatan pangan, lanjut Mega, menyangkut harkat dan martabat bangsa maupun masyarakat, tanah dan energi, serta bagaimana pangan itu didistribusikan.

"Jadi, kedaualatan pangan berarti ketersediaan pangan yang pertama kali dan harus pertama berasal dari dalam negeri, dari negeri sendiri," kata Megawati. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pimpin Golkar, Airlangga Jamin Tiket untuk Jokowi di Pilpres


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler