Tekad Sapu Bersih Laga Kandang

Sabtu, 17 Maret 2012 – 12:24 WIB
Pemain SFC. Foto: Dok.JPNN

PALEMBANG - Sriwijaya FC bakal melakoni laga pamungkas paruh musim ini. Namun, laga yang bakal digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, malam ini (live Antv pukul 18.30 WIB) bakal tak seimbang. Sebab, Persiram Raja Ampat yang menjadi lawan tanding, kualitasnya jauh dibandingkan Sriwijaya FC.

Ya, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) saat ini kokoh sebagai puncak klasemen sementara dengan torehan 33 poin dari 16 laga. Posisi itu berbanding terbalik dengan posisi Persiram yang masih betah bercokol sebagai juru kunci, dengan 10 poin dari 14 laga yang telah dijalani.

Bukan hanya soal peringkat, komposisi pemain juga timpang. Skuadra Kas Hartadi sendiri dihuni pemain-pemain papan atas. Rata-rata pemain tim juara double winner 2007 itu berkaliber Timnas dan eks Timnas. Macam, Firman Utina, Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, Muhammad Ridwan dan Supardi Nasir. Sedangkan pemain eks Timnas, ada Ponaryo Astaman, Syamsul Chaeruddin, Nova Ariyanto, dan Ilham Jaya Kesuma.

Skuad asing Sriwijaya juga termasuk pemain papan atas. Seperti, Keith Kayamba Gumbs yang saat ini menjadi top skor sementara Indonesia Super League (ISL) dengan 14 gol. Kemudian, Hilton Moreira yang menjadi striker tersubur kedua ISL setelah Kayamba dengan 10 gol. Belum lagi, gelandang Lim Junsik, dan defender Thierry Gathuessi yang selalu ditakuti lawan-lawannya lantaran mempunyai kualitas diatas rata-rata.

Komposisi itu jauh berbeda dibandingkan dengan Dewa Laut (julukan Persiram). Tim asal Sorong, Papua itu rata-rata dihuni pemain Divisi Utama. Hanya ada beberapa pemain yang pernah bermain di Liga Super. Macam, Oktovianus Maniani, dan Herman.

Begitu juga dengan pemain asingnya, hanya ada dua pemain ISL, yakni Tomoyuki Sakay yang diambil dari Persiwa Wamena dan Simon Kujiro yang direkrut dari PSM Makassar. Sedangkan lainnya, dari Divisi Utama. Seperti, Esaiah Pello Benson dari Persitara. Benson sendiri pernah bermain di Liga Super memperkuat Arema musim 2008.

Selanjutnya, Kubay Quaiyan selama ini memperkuat tim Divisi Utama, mulai Semen Padang, PSSB dan Persiram. Striker andalan Persiram, Jean Paul Casimir E Boumsong juga berasal dari komeptisi kasta kedua, diawali bermain di Persikad, Persipasi, Persikabo, PSSB dan Persiram. sementara satu pemain asing lagi, Sungha Jeon  baru kali ini berlaga di Indonesia.

"Soal kualitas kami jelas jauh berbeda dibandingkan dengan Sriwijaya. Kami menilai, Sriwijaya seperti Timnas. Lihat, pemainnya rata-rata pemain Timnas dan eks Timnas. Sedangkan kami hanya ada  sebagian kecil saja yang berasal dari Liga Super. Pemain asingnya juga demikian," kata pelatih Persiram, Bambang Nurdiansyah.

Nah, dengan komposisi pemain Divisi Utama, Banur (sapaan Bambang Nurdiansyah) tak menyangkal bila kualitas timnya di bawah Sriwijaya. Terlebih, Persiram tak mempunyai waktu banyak untuk persiapan menghadapi Indonesia Super League (ISL).

"Kami hanya mempunyai waktu sepuluh hari untuk menjalani persiapan. Jadi, wajar bila komposisinya seperti ini. Saat ini, dengan komposisi dari Divisi Utama otomatis mentalnya juga demikian. Untuk itu, bagaimana caranya kami bisa memperbaiki mental pemain," sambungnya.

Namun, itu tak lantas membuat Persiram keder saat bertandang ke Sriwijaya. Target curi poin tetap menjadi misi utama. Ambisi itu diusung untuk memperbaiki peringkat, sekaligus mencari rekor sebagai tim pertama yang sukses mencuri poin di kandang Sriwijaya.

"Untuk itu, kami tekankan kepada pemain untuk tidak tegang. Tetap semangat, dan bermain nothing tulus. Biasanya, kalau bermain tanpa beban, justru hasilnya maksimal. Kami juga ingatkan kepada pemain, bila mau dikenang dan dibicarakan banyak orang, berikan kejutan dengan mencuri poin. Sebab, selama ini semua tim bermain di Sriwijaya selalu kalah," imbuhnya.

Sementara itu, Sriwijaya tak mau jumawa dengan keunggulan yang dimiliki. Laskar Wong Kito tetap berambisi menyapu bersih laga sisa. Target itu diusung demi mempertahankan takhtanya di klasemen sementara serta menjaga rekor selalu menang bermain di kandang sendiri.

"Anak-anak harus tetap fokus pada pertandingan. Jangan lihat peringkat tim yang dihadapi. Justru, tim papan bawah bakal berbahaya, karena mempunyai motivasi berlipat ganda. Apalagi, bisa mengalahkan papan atas menjadi kepuasan tersendiri baginya," kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.

Kas (sapaan Kas Hartadi) juga mengintruksikan kepada anak asuhnya untuk tetap memerankan permainan sesuai ciri khas. Yakni, langsung tampil menekan sejak menit awal, dengan memerankan permainan cepat dari umpan-umpan pendek.

"Pemain harus berani menekan. Jangan sampai memberikan kesempatan kepada tim lawan untuk membangun serangan dan menciptakan peluang. Namun, tetap memperhatikan lini pertahanan jangan sampai kebobolan," lanjut mantan arsitek SFC U-21 itu.

Apalagi, lanjut pelatih asal Solo itu, Persiram dihuni penyerang yang mempunyai kecepatan tinggi dan berbahaya. Seperti, Oktovianus Maniani yang selalu menyisir dari sektor sayap, dan Jean Paul Casimir E Boumsong sebagai suksesornya.

"Pemain depan Persiram sangat berbahaya. Tahu sendiri Okto mempunyai skill dan kecepatan diatas rata-rata. Boumsong termasuk striker yang haus gol dengan delapan gol. Jadi, anak-anak jangan samapi meremehkannya," pungkas mantan pemain Timnas Indonesia itu. (gsm)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bilbao Favorit Juara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler