Tekan Baby Boom, Luncurkan Pil KB Pria

Minggu, 02 Januari 2011 – 10:56 WIB

JAKARTA -- Fokus upaya menekan ledakan penduduk alias baby boom di Indonesia akan digeserKe depan, perempuan tidak lagi dikategorikan sebagai sasaran utama inovasi program Keluarga Berencana (KB)

BACA JUGA: Tren Rambut 2011, Bob, Layer, dan Lurus

Mulai tahun ini, pemerintah segera meluncurkan pil KB untuk pria
Saat ini penelitian tentang bahan pil KB pria ini sudah mencapai 75 persen

BACA JUGA: Seribu Peserta Larut Dalam Tangisan

Pil itu dibuat dengan bahan baku daun justicia gendarussa yang banyak tumbuh di Papua.

"Karena selama ini upaya pencegahan selalu berkiblat pada perempuan
Untuk azas kesamarataan, maka pria juga akan dijadikan objek KB," kata Sekretaris Utama BKKBN Sudibyo Alimoeso di Jakarta kemarin (1/1).

Menurut dia, sekarang hasil penelitian pil KB Pria berbentuk herbal (bubuk) sudah bisa digunakan

BACA JUGA: Ukiran Kayu pada Rumah Minimalis

Namun tidak praktis karena akan banyak kapsul yang harus diminumKarena itu perlu diolah lagi menjadi ekstrak yang bisa dijadikan satu kapsul sehingga bisa marketable dan praktis

Sudibyo menyatakan pil tersebut telah diujicobakan pada fase I bagi 36 pria yang terbukti tidak memiliki efek sampingPada fase II nanti juga akan diujicobakan bagi 200 priaDiharapkan nanti pil baru ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas untuk peningkatan kesertaan KB pria.

Dengan pil untuk pria ini diharapkan peserta KB pria bisa menembus angka 5 persen dari jumlah peserta di IndonesiaSaat ini KB pria hanya ada pilihan, yaitu vasektomi atau memakai kondomDan peserta KB untuk dua kategori itu mencapai 2 persen.

Kepala BKKBN Sugiri Syarif mengataan, untuk memproduksi pil KB pria ini BKKBN dan tim Unair, sudah bekerja sama dengan PT Indofarma TbkNantinya, PT Indofarma akan memroduksi, melakukan pemasaran dan distribusi kontraksepsi pria ini.

Secara umum, BKKBN pada 2011 akan memprioritaskan tiga program peningkatan partisipasi KBAntara lain, program KB bagi generasi muda memasuki usia nikah, program KB bagi penduduk miskin, dan program KB bagi penduduk di daerah terpencil dan perbatasanAnggaran program KB Nasional termasuk BKKBN pada 2011 mencapai Rp2,4 triliun.  "Saya optimis mampu meningkatkan kesertaan KB Nasional," katanya.

Dengan anggaran Program KB yang cukup, maka BKKBN akan mampu memenuhi target rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) periode 2009-2014 antara lain penurunan pertumbuhan penduduk dari 1,4 persen per tahun saat ini menjadi 1,1 persen pada 2014, serta penurunan angka kesuburan wanita (TFT- total fertility rate) dari 2,4 menjadi 2,1 pada 2014(zul)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kencangkan Otot V dengan Asap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler