Telisik Motif Penyebaran Palu Arit

Rabu, 11 Mei 2016 – 08:49 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Humas Kemendagri

jpnn.com - JAKARTA – Pemerintah mulai gerah dengan maraknya atribut bergambar palu arit belakangan ini.  Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara pun langsung berkoordinasi guna memburu sumber penyebaran atribut berupa kaus tersebut. 

”Kami sudah berkoordinasi dengan kejaksaan, kepolisian dan BIN (Badan Intelijen Negara),” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, kemarin (10/5). 

BACA JUGA: Jokowi Lantik Angoota Kompolnas Hari Ini

Menurut dia, pihak terkait harus menyelidiki motif di balik penyebaran atribut yang identik dengan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) itu. 

Tjahjo menduga, tujuan penyebaran atribut bergambar lambang PKI hanya untuk mengadu domba. ”Sebab, belum tentu orang yang memakai atribut itu tahu (tentang lambang PKI, Red),” jelasnya. 

BACA JUGA: Akom Terjaring Operasi Tangkap Tangan

Alumnus Universitas Diponegoro ini mencium gelagat adanya niat dari oknum atau pihak tertentu yang ingin mengganggu stabilitas nasional. 

Pemerintah pun berjanji akan mencermati gerak-gerik organisasi masyarakat (ormas) yang menunjukan gelagat yang dimaksud. ”Sekecil apapun ormas itu, walaupun di tingkat kota/kabupaten,” paparnya. 

BACA JUGA: Jaksa Agung: Ada yang Antar Duit untuk La Nyalla di Singapura

Terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta agar penyebaran atribut itu harus segera ditertibkan. 

Sebab, kata dia, berseberangan dengan TAP MPRS Nomor 25/1996 tentang larangan paham komunis di Indonesia. ”Aturan itu harus dipatuhi,” tegasnya. 

Menhan pun mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan atau tindakan yang berpotensi mengundang konflik. Menurut dia, penyebaran atribut itu dapat membahayakan keutuhan bangsa. ”Makanya jangan melakukan tindakan aneh-aneh,” imbuhnya. (tyo/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jaksa Agung Ingin Freddy Budiman Segera Dieksekusi Mati


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler