Teman Dekat Diperiksa Kejaksaan, Presiden Rombak Kabinet

Kamis, 03 November 2016 – 09:54 WIB
Dua demonstran di Seoul, memakai topeng Presiden Park Geun-hye (kanan) dan Choi Soon-sil. Foto: AFP

jpnn.com - SEOUL - Kondisi politik di Korea Selatan sedang gonjang-ganjing. Rabu (2/11) kemarin, Choi Soon-sil, sahabat dekat Presiden Park Geun-hye menjalani pemeriksaan untuk ketiga kalinya di gedung kejaksaan. 

Orang dekat Park itu hadir dalam balutan baju tahanan dengan dua tangan terborgol. Park yang tercatat sebagai presiden perempuan pertama Korsel pun sibuk merombak kabinetnya.

BACA JUGA: Keren! Desainer Surabaya Pamer Karya di J Autumn Fashion Show New York

"Kami sudah melayangkan permintaan resmi ke pengadilan lokal untuk menerbitkan surat perintah penangkapan bagi Choi atas dugaan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan,’’ kata juru bicara Kejaksaan Seoul di hadapan media. 

Tanpa surat perintah penangkapan tersebut, kejaksaan tidak bisa terlalu lama menahan Choi untuk keperluan interogasi. Masa penahanan Choi dikabarkan berakhir pada Rabu malam waktu setempat.

BACA JUGA: Gorok Leher Sipir, 8 Tahanan Kabur, Dar Der Dor..!

Sejauh ini penyelidikan belum mengarah kepada Park, perempuan yang betah melajang hingga usia 64 tahun.

Penyidik sedang mendalami peran presiden dalam kasus dugaan penipuan yang Choi lakukan. Sebagai sahabat yang sudah menjalin kedekatan selama empat dekade, Choi sengaja menggunakan nama besar Park untuk mendapatkan donasi bagi yayasan yang dikelolanya. Bukan hanya ke rekening yayasan, sebagian dana selalu mengalir ke rekeningnya.

BACA JUGA: Festival Cahaya di New Delhi Catat Sejarah, Rekor Pulosi!

Salah satu donatur kakap yang memberikan bantuan finansial pada dua yayasan Choi adalah Samsung. Namun, perempuan 60 tahun itu membantah tudingan tersebut. Dia mengaku tidak pernah memanfaatkan jabatan Park untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Dia juga menolak tudingan yang menyebut dirinya memberikan pengaruh buruk bagi sang presiden.

Berbeda dengan keterangan Choi, beberapa saksi mengungkapkan bahwa perempuan yang menetap di Jerman itu ikut menentukan kebijakan politik Park. Termasuk memberikan masukan tentang susunan kabinet.

’’Untuk urusan donasi, dia banyak bekerja sama dengan Ahn Jong-beom yang merupakan penasihat presiden,’’ jelas seorang saksi.

Ahn sudah mundur dari jabatannya. Atas desakan banyak pihak, dia meletakkan jabatannya pada akhir pekan lalu. Kemarin dia memenuhi panggilan jaksa untuk memberikan keterangan dalam skandal yang membuat Park makin tidak populer di Korsel tersebut.

Pemeriksaan Ahn berjalan singkat. Sampai pemeriksaan berakhir, dia belum juga ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Ahn, ada dua pejabat Korsel yang harus mundur karena skandal surat elektronik (surel) tersebut. ’’Park mengganti PM dan menteri keuangan,’’ ujarnya. Selain itu, dia mengganti menteri keamanan publik.

Namun, kebenaran keterangan itu belum bisa dikonfirmasikan. Yang jelas, tiga pejabat yang berhubungan dekat dengan Park tersebut sudah ditahan.

"Kami mendambakan kabinet yang bebas dari Choi Soon-sil, tapi kini malah ada kabinet kedua Choi Soon-sil,’’ ungkap juru bicara Partai Demokrat. Publik menganggap Kim sebagai orang dekat Park yang juga berhubungan baik dengan Choi.

Selain penasihat kepresidenan dan PM, Park mencopot Menteri Keuangan Yoo Il-ho. Yim Jong-yong, chairman Komisi Jasa Keuangan, dipilih sebagai pengganti. (afp/reuters/hep/c14/any/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Satgas Kompi Zeni TNI Panen Pujian Di Benua Afrika


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler