jpnn.com, JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dinilai menjadi salah satu emiten dengan saham maupun komoditas perusahaan yang paling prospektif menyambut fase normal baru.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menuturkan, emas ANTAM menjadi primadona instrumen investasi di kala pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Rekor! Harga Emas Antam Tembus Rp 1 Juta Per Gram
Hal ini menyebabkan harga emas ANTAM meroket ke angka Rp1.028.000 per gram, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
"Maka tidak heran kinerja dan omzet ANTAM makin melambung di tengah kondisi krisis seperti saat ini," ujar Enny.
BACA JUGA: ANTAM Bukukan Laba Usaha Rp137,54 Miliar di Kala Pandemi
Dalam keterangan resminya, ANTAM berhasil mencatatkan laba bersih selama semester I 2020 (H120) sebesar Rp84,82 miliar, dari total laba usaha Rp451,44 miliar.
Dari total nilai penjualan yang mencapai Rp9,23 triliun, emas berkontribusi sebesar 69 persen atau Rp6,41 triliun. Adapun feronikel menyumbang 22 persen atau sebesar Rp2,02 triliun.
BACA JUGA: PT Antam Bantu Rusida dan Endang Hidupkan Lagi Usahanya dari Dampak Pandemi
Terpisah, Senior Vice President Corporate Secretary ANTAM Kunto Hendrapawoko, mencatat pertumbuhan profitabilitas dari sektor logam mulia tak terlepas dari strategi pengembangan pasar domestik dan efisiensi biaya operasional.
"Selain itu, emas juga menjadi instrumen investasi paling direkomendasikan di kala pandemi dan fase normal baru," tandas Kunto.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy