Temuan Komnas HAM: Baku Tembak Laskar FPI-Polisi di Rute Karawang, Menegangkan

Jumat, 08 Januari 2021 – 18:34 WIB
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam memperlihatkan barang bukti terkait insiden tewasnya enam laskar FPI di Gedung komnas HAM, Jakarta, Senin (28/12). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah memaparkan hasil temuan mereka atas kasus kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek, KM 50, Jawa Barat, pada 7 Desember 2020.

Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM Choirul Anam menyampaikan, investigasi yang mereka lakukan secara independen dengan memeriksa temuan-temuan fakta, termasuk memeriksa lokasi kejadian, rekaman suara, hingga tangkapan gambar.

BACA JUGA: Komnas HAM Rekomendasikan Kasus Kematian Laskar FPI Dibawa ke Pengadilan

"Pemeriksaan rekaman suara dilakukan secara manual dan satuan teks dan lokasi. Jadi voice note yang didapat dari polisi dan FPI diperiksa manual,” jelas Anam di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Jumat (8/1).

“Hasilnya dapat skema jalan dari sentul sampai gerbang tol siapa saja yang ngomong pembicaraan ada di voice note,” sambung Anam.

BACA JUGA: Ssst, Ada yang Disampaikan Uni Irma untuk Bu Risma

Anam menuturkan, Komnas HAM memperoleh gambaran adanya ketegangan eskalasi rendah dari Sentul sampai Pintu Tol Karawang Timur.

Eskalasi rendah ini ditandai dengan belum adanya gesekan antara rombongan FPI dan petugas karena jarak kendaraan masih jauh.

BACA JUGA: Jokowi Kalah, PTUN Nyatakan Sitti Hikmawatty Tidak Bersalah

Fakta lain yang ditemukan Komnas HAM yakni kendaraan Laskar FPI punya kesempatan menjauh dari petugas. Namun, kata Anam, hal tersebut tidak dilakukan.

Temuan itu diperoleh dari tangkapan gambar closed circuit television atau CCTV milik Jasa Marga dan rekaman suara diperoleh.

"Ini yang juga penting salah satu temuan kami terdapat konteks kesempatan untuk menjauh oleh mobil FPI dari petugas, namun malah mengambil tindakan menunggu petugas," terang Anam.

Eskalasi sedang kemudian terjadi saat dua kendaraan rombongan FPI dan memperlambat laju untuk mengalihkan petugas yang menguntit.

Eskalasi sedang berupa kendaraan yang mulai memepet dan jarak semakin dekat ini terjadi dari pintu Tol Karawang Timur ke sekitar Hotel Swiss-Belhotel Karawang.

“Eksalasi tinggi dari Swissbell Karawang sampai Pintu Tol Karawang Barat,” terang Anam.

Di sana terjadi suasana menegangkan dan dugaan penggunaan senjata api oleh laskar FPI.

Sebab, di sepanjang rute itu Komnas HAM menyebut terjadi aksi saling serempet dan tabrak mobil antara kendaraan polisi yang membuntuti rombongan Habib Rizieq, dengan mobil laskar FPI. Selanjutnya juga terjadi baku tembak.

Komnas HAM menekankan telah menggelar uji balistik terhadap selongsong yang mereka temukan di lokasi.

Dari temuan ini, Anam mengatakan ada dua selongsong peluru yang diduga merupakan senjata rakitan milik anggota FPI.

Selain itu, ada juga tiga selongsong peluru yang diduga milik anggota polisi.

"Proses uji balistik ini sangat terbuka, melibatkan masyarakat sipil dan ahli dari Pindad," ujar Anam.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman membantah penjelasan pihak kepolisian yang menyebut laskar FPI melakukan penembakan ke arah penyidik Polri di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang.

Munarman kepada media massa menegaskan Laskar FPI tak memiliki senjata api sehingga dalam peristiwa yang menewaskan enam orang pengikut Habib Rizieq tersebut tak mungkin terjadi baku tembak.(cuy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler