Temui Para Pedemo Arya Wedakarna, Pernyataan Bupati Klungkung Bikin Adem

Rabu, 04 November 2020 – 16:10 WIB
Komponen masyarakat Nusa Penida yang melakukan aksi damai mengecam pernyataan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Arya Wedakarna (AWK), di depan Monumen Puputan Klungkung, Selasa (3/11). Foto source for jpnn

jpnn.com, KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menerima tuntutan pernyataan sikap komponen masyarakat Nusa Penida, yang melakukan aksi damai mengecam pernyataan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Arya Wedakarna (AWK), di depan Monumen Puputan Klungkung, Selasa (3/11).

Pernyataan Sikap Semeton Nusa Penida ini diserahkan oleh koordinator aksi, I Wayan Sukla dengan disaksikan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Klungkung dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1610 Klungkung.

BACA JUGA: Pemkab Klungkung Jaga Stabilitas Harga Rumput Laut di Tengah Pandemi

Dalam pernyataan sikap tersebut, I Wayan Sukla menyampaikan beberapa poin di antaranya mosi tidak percaya kepada AWK selaku anggota DPD RI Wakil Bali.

I Nyoman Suwirta mengapresiasi aksi tersebut lantaran telah dilakukan secara damai dan dilaksanakan di tempat yang sakral yakni Monumen Puputan Klungkung.

BACA JUGA: Usai Jalani Rukiah Hewan-hewan Aneh Muncul di Rumah Indadari, dari Lalat Hingga Kelabang

Hal ini sesuai dengan saran yang telah disampaikan Suwirta dalam pertemuan di wantilan Pura Dalem Ped, Nusa Penida.

“Belajar dari apa yang terjadi selama ini, sebagai pemerintah daerah mengimbau jangan sampai menyakiti orang lain sehebat apapun kita dan berapa pun jumlah buku yang telah dibaca, berbicaralah sesuai kewenangan. Jangan menganggap diri hebat sehingga saat berbicara akan dapat menyakiti atau melukai perasaan orang lain," tutur Suwirta.

BACA JUGA: Lewat Cara ini PIP Berpartisipasi Sukseskan Persiapan Pemilihan Serentak 9 Desember

Di hadapan para pedemo, Suwirta berjanji bersama Kapolres dan Dandim Klungkung akan meneruskan apa yang menjadi tuntutan dalam orasi.

“Percayakan kepada kami tetapi terus saling mengingatkan. Agama dan keyakinan bukan untuk dikupas dan diungkit-ungkit namun untuk dilakukan sebaik-baiknya. Karena jika agama dan keyakinan ini diungkit maka akan bisa menyebabkan luka bagi penganutnya," tandas Bupati asal Nusa Ceningan.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler