Tentara Arab Suriah Kembali Merasakan Pembalasan Pasukan Turki di Idlib

Selasa, 03 Maret 2020 – 08:23 WIB
Tentara Turki. Foto: ANP

jpnn.com, IDLIB - Tentara Arab Suriah kembali terlibat pertempuran sengit melawan kelompok pemberontak yang dibantu pasukan Turki di Kota Saraqeb, Idlib, Senin (2/3). Wilayah itu merupakan titik penting karena diyakini sebagai pintu masuk menuju Kota Aleppo yang dikuasai pemerintah dan Kota Idlib di bagian barat yang berada di bawah kendali pemberontak.

Pihak pemberontak mengatakan, pesawat nirawak (drone) milik Turki menyerang garis depan tentara Suriah di Saraqeb. Serangan itu dinilai telah merusak dua peluncur rudal pemerintah.

BACA JUGA: Ancaman Halus Petinggi Militer Rusia Ditujukan kepada Turki

Turki telah membantu pemberontak memerangi rezim Assad selama kurang lebih sembilan tahun. Setelah 34 tentaranya tewas di Idlib, Turki meningkatkan intervensinya dalam konflik tersebut.

Militer Turki pada Minggu menembak jatuh dua pesawat milik pemerintah Suriah di Idlib serta merusak satu bandar udara militer di Aleppo. Serangan Turki itu diyakini telah menggeser arena pertempuran lebih jauh ke wilayah yang dikuasai pasukan loyalis Assad.

BACA JUGA: Rusia Bantai Tentara Turki di Suriah, Sekjen PBB Panik

Menteri Pertahanan Hulusi Askar mengatakan militer Turki juga telah merusak delapan helikopter, sejumlah tank, dan lima alat sistem pertahanan air. "Seluruh serangan Suriah telah dibalas oleh Angkatan Bersenjata Turki tanpa ada keraguan dan kami akan terus membalas," kata Askar sebagaimana dikutip oleh kantor berita Anadolu.

Sementara itu, Presiden Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan akan bertemu di Rusia untuk membuat kesepakatan terkait konflik di Idlib, Kamis (5/3) mendatang. Rusia merupakan pendukung Presiden Assad sejak konflik Suriah berlangsung pada lima tahun lalu.

BACA JUGA: Pemimpin Oposisi Serahkan Bukti Korupsi Rezim Erdogan ke Pengadilan Turki

Ankara mengatakan pihaknya tidak ingin berkonflik dengan Moskow, tetapi rangkaian serangan dari pasukan yang didukung Rusia di Idlib membuat banyak pihak khawatir akan ada konfrontasi langsung dari pihak Turki. "Pertemuan itu diharapkan menghasilkan jalan keluar," kata seorang pejabat senior Turki.

Kelompok pemberontak yang didukung militer Turki mengatakan mereka telah menguasai sejumlah desa yang sempat dikendalikan pemerintah pada pekan lalu.

Pada awal Februari, Presiden Erdogan menuntut militer Suriah menarik pasukannya dari "zona de-eskalasi" pada akhir bulan. Wilayah netral itu berada di sekitar Idlib dan telah disepakati oleh Turki, Rusia, dan Iran pada 2017. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, Erdogan mengancam akan berupaya memukul mundur pasukan pemerintah Suriah dari wilayah tersebut.

"Rezim (Suriah) akan dipaksa meninggalkan zona de-eskalasi sebelum pertemuan antara Putin dan Erdogan," tambah seorang sumber dari pihak oposisi. (ant/dil/jpnn)

Adian Napitupulu: Jakarta Banjir Karena Anies Ga Bisa Kerja?


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler