Tentara Gabon Rebut Kekuasaan, Uni Afrika Jatuhkan Hukuman

Jumat, 01 September 2023 – 13:40 WIB
Pemimpin kudeta Gabon Jenderal Brice Oligui Nguema menerima penghargaan dari negara dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 2023. Dua pekan kemudian, dia dan sejumlah petinggi angkatan bersenjata lainnya menggulingkan Presiden Ali Bongo dan mengambil alih kekuasaan. Foto: AFP

jpnn.com, NAIROBI - Uni Afrika (AU) pada Kamis (31/8) menangguhkan keanggotaan Gabon sebagai reaksi terhadap kudeta yang dilancarkan sekelompok pejabat tinggi militer Gabon sehari sebelumnya.

Uni Afrika yang beranggotakan 55 negara itu memutuskan untuk menangguhkan keikutsertaan Gabon dalam semua kegiatan, organ dan lembaga AU sampai tatanan konstitusional di negara itu kembali pulih sesuai dengan instrumen AU.

BACA JUGA: Tentara Gabon Gulingkan Presiden 3 Periode, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Terdampak

Hal itu disampaikan Dewan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika (AUPSC) lewat pernyataan.

"AU mengecam keras pengambilalihan kekuasaan militer di Republik Gabon yang menggulingkan Presiden Ali Bongo," tulis pernyataan tersebut.

BACA JUGA: Kudeta Lagi! Presiden Gabon Langsung Digulingkan Setelah Menang Pilpres

Intervensi militer itu terjadi hanya beberapa hari setelah muncul tudingan kecurangan pada pemilihan Sabtu lalu yang melanjutkan masa jabatan ketiga Presiden Ali Bongo.

Pada Rabu pejabat militer mengumumkan perebutan kekuasaan melalui siaran televisi, membatalkan hasil pemilu akhir pekan lalu dan menahan Bongo beserta pejabat senior pemerintah lainnya.

BACA JUGA: WNI Kru Kapal Ikan Diculik di Gabon, Kemenlu Bilang Begini

Gabon menjadi negara terbaru di Benua Afrika yang menghadapi pengambilalihan kekuasaan oleh militer setelah anggota militer Niger merebut kekuasaan akhir Juli lalu. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler