Tentara Rusia Mulai Bertindak Tanpa Nalar, Inggris Janjikan Respons Keras

Selasa, 12 April 2022 – 19:38 WIB
Kebakaran terlihat di area perumahan di Mariupol di tengah invasi Rusia ke Ukraina, 3 Maret 2022, dalam gambar yang diperoleh dari media sosial ini. ANTARA/twitter @AyBurlachenko via REUTERS/as

jpnn.com, LONDON - Semua opsi untuk menanggapi penggunaan senjata kimia oleh Rusia di Ukraina tersedia, kata Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey pada Selasa.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss pada Senin mengatakan negaranya sedang berkoordinasi dengan para mitra untuk memverifikasi perincian laporan bahwa pasukan Rusia kemungkinan telah menggunakan bahan kimia dalam serangan di Mariupol.

BACA JUGA: Beda dengan Negara Lain, Prancis Usir Agen Rusia yang Menyamar Jadi Diplomat

Ribuan orang diyakini tewas selama kota pelabuhan itu dikepung hampir tujuh pekan.

"Ada beberapa hal di luar nalar dan penggunaan senjata kimia akan mendatangkan konsekuensi dan semua opsi untuk dijadikan respons sudah siap," kata Heappey kepada Sky News.

BACA JUGA: Aksi Wali Kota Warsawa Mempermalukan Rusia, Lihat Wajah Semringahnya

Ia menambahkan bahwa intelijen pertahanan Inggris sejauh ini belum dapat memverifikasi laporan tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin mengatakan bahwa Rusia bisa menggunakan senjata kimia dan meminta negara Barat agar menjatuhkan sanksi tegas terhadap Moskow yang akan mencegah pembicaraan soal penggunaan senjata seperti itu.

BACA JUGA: Menlu Kanada Ajak Indonesia Mengisolasi Rezim Rusia

"Jika ada penggunaan senjata kimia, itu menjadi satu momen yang sangat penting bagi perdana menteri kami dan kepala negara lainnya di seluruh dunia untuk mempertimbangkan bagaimana kami akan merespons itu," kata Heappey kepada BBC.

"Presiden (Rusia Vladimir) Putin harus paham bahwa penggunaan senjata kimia sama sekali tidak dapat diterima dan ia seharusnya tidak beranggapan bahwa Barat hanya berpangku tangan seandainya senjata itu digunakan." (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler