Terapkan Teknologi CCUS, Pertamina Injeksi C02 di Lapangan Jatibarang

Kamis, 27 Oktober 2022 – 08:21 WIB
Pertamina menerapkan teknologi CCUS untuk meningkatkan produksi migas sekaligus mengurangi emisi. Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, INDRAMAYU - Pertamina mulai menerapkan teknologi carbon capture storage (CCS) atau carbon capture utilization and storage (CCUS) dengan melakukan injeksi perdana C02 di Lapangan Pertamina EP Jatibarang Field, Indramayu, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyambut baik penerapan teknologi CCUS yang dilakukan Pertamina dan merupakan pertama kali dilakukan di lapangan migas di Indonesia.

BACA JUGA: Wow! UMKM Binaan Pertamina Tembus Transaksi Hingga Rp 35 Miliar di TEI 2022

“Teknologi CCUS menjadi enabler yang mampu meningkatkan produksi migas melalui CO2-EOR sekaligus mengurangi emisi GRK secara signifikan,” ujar Tutuka Ariadji pada acara Ceremonial Kick Off Jatibarang CO2 Injection Show Case, Rabu (26/10).

Turut hadir dalam peresmian injeksi C02 yang dilakukan Dirjen Migas Tutuka Ariadji, yakni Senior Vice President Research Technology and Innovation Pertamina Oki Muraza, Dewan Komisaris Pertamina Hulu Energi Nanang Untung, Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng, dan Direktur Reservoir Evaluation CCS Grup JOGMEC, Hiroshi Okabe.

BACA JUGA: Pertamina Kembali Temukan Sumber Daya Migas Baru, Lokasinya di Bojonegoro

Menurut Tutuka, injeksi CO2 dalam penerapan CCUS merupakan akselerasi untuk mendukung target produksi migas nasional 1 juta barrel dan 12 MMSCFD pada tahun 2030 serta Net Zero Emission di 2060

SVP Research Technology and Innovation Pertamina Oki Muraza menegaskan injeksi C02 merupakan realisasi kerja sama antara Pertamina (Persero), Pertamina EP, dan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC) terkait 'JOGMEC on CO2 Injection for Enhanced Oil Recovery (CCUS-EOR) Project in Jatibarang Field'.

BACA JUGA: Selamat, Pertamina Raih Peringkat 2 Rating ESG Dunia

"Hari ini kami melihat sejarah baru bagaimana CO2 diinjeksi untuk meningkatkan produksi sekaligus mengurangi emisi," ujar Oki.

Penerapan teknologi CCUS merupakan komitmen Pertamina mendukung program pemerintah untuk mempercepat transisi energi dan mencapai target penurunan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan Net Zero Emission di 2060.

"Implementasi injeksi CO2 akan menjadi tulang punggung Pertamina dalam meningkatkan produksi migas dan sustainability," tandas Oki.

Potensi dekarbonisasi tersebar di berbagai lokasi, di antaranya yang saat ini sedang dilakukan studi adalah Jatibarang, Sukowati, Gundih, Ramba, Subang, Akasia Bagus dan Betung.

Secara total, potensi dekarbonisasi di seluruh area Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, di kisaran 15 juta ton carbon equivalen.

Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng mengatakan injeksi C02 di Lapangan Jatibarang merupakan langkah awal implementasi CCS/CCUS kerja sama Pertamina dengan JOGMEC setelah melakukan studi bersama.

"Lapangan Jatibarang salah satu lapangan raksasa di Indonesia dengan total produksi telah mencapai 101.8 MMMbls, dan masih memiliki potensi cukup besar. Semoga dapat diproduksikan melalui CO2-EOR," ujar Muharram.

Muharram menambahkan teknologi CCUS bisa mendorong peningkatan produksi dari cadangan migas di Lapangan Jatibarang.

Direktur Reservoir Evaluation CCS Grup JOGMEC Hiroshi Okabe mengaku sangat terhormat bisa menyaksikan injeksi perdana CO2 di Lapangan Jatibarang.

Dia menyebutkan perjanjian studi bersama yang ditandatangani di Bali pada Agustus dan hanya dalam dua bulan sudah bisa diimplementasikan.

Hiroshi Okabe mengatakan Pertamina dan JOGMEC bekerja sangat keras untuk mewujudkan injeksi CO2.

"Saya mengapresiasi Pertamina dan pemerintah Indonesia atas dukungannya untuk injeksi karbon hari ini," pungkas Hiroshi Okabe. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler