Terdakwa Korupsi Alquran Pastikan Jatah Priyo Aman

Kamis, 25 April 2013 – 21:21 WIB
JAKARTA - Inisial PBS yang merujuk pada Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, kembali disebut dalam persidangan perkara korupsi proyek pengadaan Alquran dan laboratorium Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta,  Kamis (25/4). Inisial PBS muncul saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK memutar rekaman pembicaraan telepon Zulkarnaen Djabar yang menjadi terdakwa dalam perkara itu.

Pada persidangan yang dipimpin Hakim Ketua, Afiantara itu, jaksa memutar sadapan pembicaraan per telepon antara Zulkarnaen Djabar dengan Fadh Arafiq pada 1 Agustus 2011. Dalam sadapan itu, Fadh menanyakan jatah untuk Priyo dari proyek di Kemenag itu. "Bang, yang punya PBS aman?" tanya Fadh ke Zulkarnen.

Zulkarnaen pun langsung menimpali pertanyaan Fadh. "Oooh, Aman. Saya kan bolak balik terus kontrol," ucap Zulkarnaen.

Masih dalam pembicaraan itu, Fadh menanyakan proyek di Bengkulu. Sebab, Fadh mendengar kabar bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merubah anggaran untuk proyek Kemenag di Bengkulu.

Namun Zulkarnaen memastikan proyek di Bengkulu itu tetap aman. "Tidak mungkin ada. Di sana yang megang namanya Nando (staf di Badan Anggaran, red). Saya gertak di telpon, dia katakan sejauh ini aman," ucap Zulkarnaen.

Selain itu, terungkap pula upaya Zulkarnen mengusahakan proyek-proyek Kemenag di Banggar DPR. Bahkan Zulkarnaen wanti-wanti ke Fadh agar usulan proyek Kemenag tak diserahkan ke Wa Ode Nurhayati yang saat itu menjadi anggota Banggar DPR.

"Jangan kasih Wa Ode lagi. Kasus Wa Ode lagi. Nanti ceritanya lain lagi. Hahahah. Kasih tahu kawan itu, luar biasa perjuangan Bang Zul ini," kata Zulkarnaen.

Tak hanya itu, Zulkarnaen juga melontarkan ucapan tentang upayamua mendesak Kemenkeu dan Banggar menyetujui anggaran untuk Kemenag. Sebab, pergantian pejabat di Kemenku sempat membuat proses pembahasan anggaran untuk Kemenag tersendat. "Kemkeu ini kan ada pejabat baru, banyak sok-sokan," tegasnya.

Sampai-sampai, Zulkarnaen membanggakan diri karena merasa berhasil memperjuangkan anggaran untuk Kemenag di Banggar. "Bilang sama kawan-kawan itu luar biasa Bang Zul berjuang. Bukan hanya Kemenag yang dihantam, Kemenkeu juga iya. Luar biasa kita bantai," katanya.

Saat isi sadapan itu dikonfirmasi jaksa ke Zulkarnaen, politisi Golkar ini pun tak menampiknya. Namun ia membantah ingin membantai Kemenkeu.

"Kan ada perdebatan antara DPR dengan Kemkeu. Itu dikatakan tadi hantam saja, karena mereka mau berjuang untuk pendidikan agama. Pendidikan agama kalau kita lihat jauh tertinggal. Ini kan kalimat spontan, agar Fadh sampaikan beginilah kami perjuangkan di Banggar," kilah Zulkarnaen menjawab pertanyaan JPU.

Untuk diketahui, Zulkarnaen dan putranya, Dendy Prasetya didakwa korupsi proyek pengadaan Alquran dan MTs di Kemenag tahun 2011 dan 2012.
Proyek pengadaan Alquran di Ditjen bimas Islam Kemenag tahun 2011 adalah  Rp 22 miliar. Sedangkan pada 2012, Ditjen Bimas Islam kembali mengadakan proyek Alquran dengan nilai Rp 50 miliar.

Zulkarnaen dan Dendi telah menerima uang hingga Rp 14,3 miliar dari Abdul Kadir Alaydrus selaku Direktur PT Sinergi Pustaka Indonesia (SPI) dan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (A3I). Dalam kasus ini, PT SPI meminjam perusahaan lain untuk mengerjakan proyek di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag tahun 2011 dan 2012.

Namun ternyata ada catatan Fadh Arafiq tentang jatah fee dari proyek laboratorium komputer tahun 2011 ke Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso. Dalam catatan Fadh, jatah Priyo adalah 1 persen dari proyek laboratorium komputer. Kemudian untuk proyek Alquran tahun 2011, Priyo kembali mendapat jatah fee sebesar 3,5 persen.

Baik Priyo, Zulkarnaen, Dendi dan Fadh merupakan pengurus di Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) yang dikenal sebagai salah satu ormas di bawah Partai Golkar. Priyo adalah Ketua Umum Gema MKGR periode 2012-2015, sedangkan Zulkarnaen adalah Wakil Ketua Umum MKGR. Sementara Fadh dan Dendi juga menjadi ketua di Gema MKGR.(flo/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Datangi Mabes TNI, PDI Perjuangan Sampaikan Nota Protes

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler