Teriakan Histeris Warnai Evakuasi 17 Mahasiswa dari Jalur Maut Gede Pangrango

Rabu, 07 Desember 2016 – 07:21 WIB
Tim evakuasi di tengah hutan Gunung Gede Pangrango. Foto: dok jpnn

jpnn.com - BOGOR - Warga Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, bergegas melapor ke petugas Tagana setelah mendapat informasi mengenai belasan mahasiswa asal Jakarta yang tersesat di tengah hutan Gunung Gede Pangrango, Selasa (6/12) dini hari.

Mereka mendapatkan informasi tersebut dari dua pendaki yang ditugasi untuk turun mencari bantuan. 

BACA JUGA: Ini Kesaksian Mahasiswa yang Sempat Hilang di Jalur Maut Gede Pangrango

"Kami (warga, red) langsung melaporkan kejadian itu. Dua pendaki beristirahat di rumah warga," ujar warga Gunung Mas, Enday kepada Radar Bogor di kediamannya, kemarin.

Sekitar pukul 07.30 WIB, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, RAPI, personel Polsek dan Koramil setempat, berkumpul untuk melakukan evakuasi. 

BACA JUGA: Ihirrr..Kakek 70 Tahun Ikut Nikah Massal

Sebanyak 30 personel tim gabungan itu dikerahkan menuju jalur yang dilaporkan Nico dan Mudiyansyah.

Radar Bogor turut dalam evakuasi yang dipimpin Danramil 2124 Cisarua, Mayor Inf Robinson Munte. 

BACA JUGA: Serpihan Pesawat Nahas Polri Dipindahkan ke Polda Kepri

Pendakian dimulai dengan menyusuri jalur yang digunakan 17 pendaki tersebut. 

Untuk mencapai lokasi, dibutuhkan waktu lebih dari tiga jam dengan medan terjal dan curam.

Sepanjang perjalanan, tercatat ada empat tanjakan curam di jalur 'neraka' pendakian. 

Tim pun jatuh bangun untuk mencapai lokasi. Terlebih hujan mengguyur sejak pagi.

“Ditambah licin dan jarak pandang minim karena kabut, cukup menyulitkan" ujar Mayor Inf Robinson.

Tim akhirnya tiba di lokasi para pendaki sekitar pukul 11.20 WIB.

Di lokasi itu, ditemukan jenazah Edwar terbujur kaku dijaga oleh tiga temannya. 

Sementara 11 temanya yang lain menunggu di dalam tenda.

Dari 15 pendaki yang selamat, ada empat wanita yang ikut dalam pendakian. Kondisi mereka nampak lemah dan menggigil.

Hingga sekitar pukul 11.45 WIB, jenazah Edward beserta para pendaki dievakuasi menuruni jalur yang sama. 

Tidak mudah untuk membawa jenazah Edward turun. Bahkan tiga kali jenazah diturunkan menggunakan tali. 

Sedikitnya ada tiga turunan curam yang memaksa tim evakuasi melepas jenazah menggunakan tali seadanya itu.

Di tengah perjalanan penurunan jenazah Edward, nampak pria paruh baya mengenakan jaket putih teriak histeris.

Ia tak lain adalah Lukas Young (40), ayah korban. 

Seketika pria itu jatuh dan tertunduk lesu, kala kantong jenazah berisi anaknya itu menghampirinya. 

"Gak mungkin. Edward," teriak histeris pria itu.

Sontak hal itu mebuat evakuasi jenazah terhenti sejenak. Sekitar 10 menit. Usai itu, perjalanan dilanjutkan kembai.

Tepat pukul 15:00 WIB, jenazah tiba di bawah. 

Jenazah dibawa ke RSPG untuk menjalani autopsi.

Begitupun dengan ke-16 pendaki lainnya. Mereka menjalani pemeriksaan di RSPG. 

Setelah dinyatakan sehat, semua pendaki nekat itu dipulangkan ke Jakarta. 

"Semua diperiksa dan dipulangkan," tutup Danramil Cisarua. (all/rp1/d/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tim SAR Tambah Penyelam Sisir Sektor Pencarian Korban Pesawat Jatuh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler