JPNN.com

Terima Kunjungan 2 Pimpinan Perusahaan Migas Kelas Dunia, Eddy Soeparno Bilang Begini

Selasa, 25 Maret 2025 – 21:55 WIB
Terima Kunjungan 2 Pimpinan Perusahaan Migas Kelas Dunia, Eddy Soeparno Bilang Begini - JPNN.com
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menerima kunjungan Kathy Wu, Regional President Asia Pacific BP Indonesia dan Teddy Abrian Country Head Chevron Indonesia. Foto: MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menerima kunjungan Kathy Wu, Regional President Asia Pacific BP Indonesia dan Teddy Abrian Country Head Chevron Indonesia dalam kesempatan terpisah.

Kedua pertemuan tersebut dilaksanakan di Gedung Nusantara III MPR RI, Selasa (25/3).

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Dorong Revisi Undang-Undang Pengelolaan Sampah

Dalam pertemuan dengan dua pimpinan perusahaan migas kelas dunia tersebut, Eddy menekankan prioritas Indonesia untuk membangun ketahanan energinya agar tidak tergantung pada sumber energi impor ke depannya.

“Meski Indonesia diberkahi sumber energi fosil dan terbarukan yang melimpah, namun kebutuhan energi dalam negeri masih mengandalkan impor, seperti minyak mentah, BBM dan LPG. Oleh karena itu Indonesia akan menguatkan ketahanan energinya dengan mengembangkan sumber energi terbarukan seperti matahari, panas bumi, angin dan juga meningkatkan produksi migas sebagai substitusi impor minyak mentah dan LPG,” kata Eddy.

BACA JUGA: Jalankan Instruksi Ketum PAN, Eddy Soeparno Bagikan Sembako di 11 Kabupaten/Kota di Jabar

Doktor Ilmu Politik UI itu mengapresiasi rencana investasi kedua perusahaan migas raksasa tersebut dalam mengembangkan bisnis carbon rendah di Indonesia melalui investasi yang bernilai miliaran dolar

“Saya menghargai dan mendukung baik BP Indonesia dan Chevron yang saat ini sedang menjajaki investasi di bidang penyimpanan karbon di Indonesia,”

BACA JUGA: Bantu Pangan Warga, Eddy Soeparno Gelar Bazar Tebus Murah di Cianjur

“Saat ini Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang terbesar di kawasan Asia dan memiliki jarak yang tidak terlalu jauh dari sejumlah emiten karbon di Singapura, Korea Selatan, Jepang dan Taiwan, sehingga biaya transportasinya terjangkau,” lanjutnya.

Wakil Ketua Umum PAN ini menjelaskan, pengembangan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan salah satu potensi investasi besar yang akan berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya dari aspek penyerapan tenaga kerja dan pendapatan devisa negara.

“CCS ini nantinya juga akan mendukung upaya Indonesia untuk menurunkan emisi karbon, yakni ketika Industri Semen, Baja, Petrokimia dan PLTU Batubara dalam negeri menggunakan teknologi CCS untuk menangkap emisi karbon yang dihasilkannya,” jelas Eddy.

Dia mengatakan transisi energi di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan, sehingga berbagai upaya untuk menurunkan emisi karbon merupakan bagian penting dari program pembangunan berkelanjutan.

“Kita akan meneruskan derap langkah transisi energi menuju energi terbarukan dengan mengembangkan berbagai sumber energi terbarukan dalam negeri, termasuk CCS di dalamnya. Namun seluruh upaya tersebut dilakukan dengan memprioritaskan ketahanan energi, sehingga tidak mungkin kita mengeliminasi penggunaan energi fosil dalam sekejap,”.

"Kita lakukan transisi energi secara bertahap sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional terbaru, dimana pada tahun 2035 bauran energi fosil dan terbarukan diproyeksikan akan seimbang ,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi Investasi, Hilirisasi, Energi Sumber Daya Mineral dan Lingkungan Hidup ini. (jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dukung Ketahanan Pangan, Eddy Soeparno Buka Acara Bazar Murah Serentak


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler