Terima Rektor IPB, Wapres Ma'ruf Singgung Kesulitan Impor karena Wabah Virus Corona

Jumat, 13 Maret 2020 – 11:44 WIB
Wapres KH Ma'ruf Amin saat menerima Rektor IPB Arif Satria, Kamis (12/3). Foto : Setwapres

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menerima kunjungan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria beserta jajaran di kantornya Jl. Merdeka Utara Jakarta, Kamis (12/03).

Sebagaimana siaran pers KIP Setwapres, pada pertemuan tersebut, Wapres ke-13 itu mengharapkan peran IPB ke depan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dan syariah.

BACA JUGA: Wabah Virus Corona: Uni Eropa Merasa Kecewa Berat sama Donald Trump

“Peran IPB akan menjadi sangat strategis sehingga perlu konsep-konsep yang jelas. Mengharapkan peran IPB ke depan dalam bidang ini (ekonomi kerakyatan),” ujar Kiai Ma'ruf.

Selain itu, Wapres juga menyebut IPB yang memiliki basis pertanian dan kelautan, harus mampu mengembangkan bahan baku lokal. Terlebih di tengah kesulitan impor akibat dampak dari virus corona.

BACA JUGA: Wabah Virus Corona, Ganjar: Setujukah Anda jika Acara Keramaian Ditunda Sementara?

“IPB punya basis pertanian dan kelautan, pada saat negara ingin mengembangkan )produk-produk lokal). Apalagi sedang tidak bisa mengimpor bahan baku karena Corona. Ini saatnya kita mengembangkan sendiri bahan baku yang kita perlukan,” tutur suami Wury Estu Handayani itu.

Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada IPB yang selama ini telah berperan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan, baik di bidang pertanian maupun kelautan.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria melaporkan bahwa IPB berhasil meraih penghargaan perguruan tinggi terbaik peringkat 59 dunia di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Alhamdulillah minggu lalu IPB mendapat pengumuman sebagai universitas terbaik ke-59 di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan,” katanya.

Sebagai salah satu kampus terkemuka di Tanah Air, IPB juga ingin fokus melahirkan petani milenial untuk menjamin regenerasi petani di Indonesia, dan mentransformasi pertanian ke arah digital.

“Konsep melahirkan petani-petani milenial, karena problem di Indonesia adalah regenerasi petani. Petani saat ini semakin senior sehingga kami harus mendorong proses regenerasi ini berlangsung dengan baik. Ini juga bagian upaya kami untuk mentransformasi ke arah digital,” terangnya.(fat/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler