Terinspirasi Pemerkosaan Masal, Fotografer India Tuai Kecaman

Kamis, 07 Agustus 2014 – 07:20 WIB

jpnn.com - MUMBAI – Berniat pamer karya, Raj Shetye malah panen kecaman. Portofolio online yang diunggah ke dunia maya awal pekan ini menjadi bumerang bagi fotografer asal Mumbai, India, tersebut. Sebab, foto-foto bertajuk The Wrong Turn itu terlihat seperti mengabadikan kasus pemerkosaan masal di bus umum yang terjadi pada 2012.

 

Kemarin (6/8) foto-foto yang semula terpampang di situs Buzzfeed itu lenyap. Tidak ada lagi pose gadis cantik berbalut pakaian keren ’’melawan’’ sekelompok pria yang seolah-olah hendak memerkosanya. Foto-foto yang menggiring publik kepada gambaran tentang percobaan pemerkosaan masal itu langsung memantik kritik. Shetye pun lantas panen cacian dan kecaman lantaran dianggap tidak punya hati.

BACA JUGA: Pria Berjenggot dan Wanita Berjilbab Dilarang Naik Bus

’’Pemerkosaan tidak selayaknya menjadi inspirasi foto-foto fashion. Saya tidak tahu apa yang ada di kepala fotografer tersebut,’’ ucap Amrita Puri, seorang pemain film asal India, melalui akun Twitter resminya.

BACA JUGA: Kota di Tiongkok Larang Pria Berjanggut Naik Bus

Sama seperti Puri, sebagian besar masyarakat menyayangkan tema yang dipilih Shetye. Apalagi sampai sekarang, pemerkosaan masal masih menjadi kejahatan yang paling marak di India.

Kemarin Shetye menegaskan, foto-foto tersebut tidak berkaitan dengan kasus pemerkosaan 2012 yang berujung pada kematian Nirbhaya (julukan media untuk korban).

BACA JUGA: Jendral AS Tewas di Kabul Setelah Ditembak dari Jarak Dekat

’’Tetapi, sebagai bagian dari masyarakat dan seorang fotografer, topik-topik itu memang membuat saya tergerak,’’ paparnya. Portofolio online itu, lanjut Shetye, justru menjadi caranya untuk menyoroti kasus tersebut.

Dalam pembelaannya, Shetye membantah tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya sengaja mengabadikan pose-pose kejahatan seksual di dalam bus itu untuk mendukung pemerkosaan masal. Sebaliknya, Shetye justru ingin mengangkat kasus tersebut agar masyarakat waspada.

’’Saya berada di lingkungan yang tidak bersahabat bagi ibu, kekasih, dan adik perempuan saya. Mereka bisa saja menjadi korban,’’ ucapnya. (AFP/BBC/hep/c15/tia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan IS di Irak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler