Kepolisian Belanda mengatakan sejumlah warga telah menjadi korban aksi penembakan di dalam trem di pusat kota Utrecht, Belanda, seraya menambahkan mungkin ada "motif teroris" dibalik aksi ini.

Aparat kepolisian, termasuk pasukan bersenjata lengkap membanjiri lokasi penembakan yang terletak di sebuah persimpangan dengan arus lalu lintas yang sibuk di sebuah kawasan pemukiman penduduk.

BACA JUGA: Komentar Dukung Teroris di Medsos, Pria Ini Dilarang Gunakan Internet

"Beberapa tembakan telah dilepaskan di dalam trem dan beberapa orang terluka," kata juru bicara kepolisian Joost Lanshage.

"Sejumlah helikopter ada di tempat kejadian dan belum ada penangkapan yang dilakukan."

BACA JUGA: Ekonomi Digital Booming, Apakah Pemerintah Indonesia Sudah Lindungi Warganya?

Polisi tidak dapat segera memberikan perincian lebih lanjut tentang insiden penembakan itu dan tidak bisa mengatakan seberapa parah kondisi korbannya. Identitas para korban juga belum diketahui.

Sejumlah laporan menyebutkan seorang warga tewas dalam peristiwa ini.

BACA JUGA: Ratusan Warga Australia Kunjungi Masjid Indonesia di Melbourne

Stasiun TV setempat RTV Utrecht mengutip seorang saksi mata yang mengatakan dia melihat seorang wanita tergeletak ditanah di tengah situasi mirip pertempuran.

Beberapa pria tampak melarikan diri dari tempat kejadian, kata saksi.Pelaku masih buron Photo: Saru orang dilaporkan tewas. (AP: Peter Dejong)

Koordinator pasukan anti teror Belanda Pieter-Jaap Aalbersberg mengatakan dalam pernyataannya kalau status kewaspadaan keamanan di Utrecht telah ditingkatkan ke level tertinggi.

"Pelaku masih buron. Sebuah motif terorisme tidak dapat dikecualikan," katanya dalam cuitan di pesan Twitter.

Dia menyerukan masyarakat untuk mematuhi aturan yang diberlakukan oleh kepolisian setempat.

Polisi Utrecht mengatakan Lapangan 21 Oktober, sebuah stasiun pemberhentian trem di luar pusat kota, telah ditutup karena layanan darurat tengah berada di lokasi.

Mereka juga mengatakan tengah mencari setidaknya satu orang yang kemungkinan telah melarikan diri dengan menggunakan mobil.

Juru bicara kepolisian Utrecht Bernhard Jens tidak mengecualikan lebih banyak pelaku terlibat dalam insiden ini.

"Kami berusaha menangkap pelaku yang bertanggung jawab sesegera mungkin," kata Jens.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan dirinya 'sangat berduka cita' dan pertemuan darurat sedang dilangsungkan sebagai bentuk respon atas peristiwa penembakan ini.

AP/Reuters

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Geledah Rumah Keluarga Brenton Tarrant di Australia

Berita Terkait