Di saat banyak negara mulai melonggarkan kegiatan warga mereka karena pandemi COVID-19, di Australia terjadi perang mulut antar pejabat negara bagian berkenaan dengan perbatasan di beberapa negara bagian yang belum lagi dibuka. Pembukaan Perbatasan di Australia

 

BACA JUGA: Bu Lurah Ungkap Meningkatnya Kasus Corona: Warga Tidak Taat Imbauan Pemerintah

Australia sudah dianggap sebagai negara yang berhasil menangani penyebaran virus corona, dan pelonggaran kegiatan di masing-masing negara bagian sudah dilakukan namun perjalanan antar negara bagian masih belum bisa dilakukan sepenuhnya.

Dua negara bagian terbesar Victoria dan New South Wales yang memiliki perbatasan langsung tidak menutup diri.

BACA JUGA: Jawaban Sandiaga Uno saat Ditanya Aa Gym tentang Dana Pilpres 2019, Terkuras!

Namun Queensland yang berbatasan langsung dengan NSW masih menutup diri dan mengatakan mungkin sampai bulan September baru akan dibuka.

Negara bagian Australia Barat, Australia Selatan, Tasmania, Northern Territory juga sejauh ini masih menutup seluruh perbatasannya, baik darat maupun udara untuk kedatangan warga Australia dari manapun, tanpa alasan yang kuat.

BACA JUGA: Polresta Malang Kota Tegur 108 Pelanggar PSBB

Hari Rabu (20/5/2020), Menteri Utama (Premier) NSW Gladys Berejiklian mengatakan bahwa pembatasan perjalanan di negara bagian tersebut akan dilonggarkan mulai 1 Juni dan mendesak warga dari negara bagian untuk berkunjung.

Pernyataan itu kemudian ditafsirkan dengan sebagai usaha menekan negara bagian lagi untuk membuka perbatasan mereka.

Premier Berejiklian mengatakan bahwa pemimpin negara bagian lain sengaja menutup negara bagian mereka untuk mempertahankan kepopuleran mereka.

Berejiklian mengatakan bahwa perjalanan antara negara bagian merupakan bagian penting untuk menghidupkan kembali perekonomian Australia.

"Saya yakin beberapa premier menjadi lebih populer di negara bagian masing-masing karena menutup perbatasan mereka." kata Berejiklian kepada ABC.

Berejiklian mengatakan untuk Australia bisa bergerak maju secara ekonomi, pembatasan perbatasan harus dicabut.

Namun dia juga mengatakan "NSW akan tetap baik-baik saja" bila pembatasan tetap diberlakukan, karena 'kami memilik perekonomian yang beragam."

Dalam jajak pendapat yang dibuat Newspoll baru-baru ini, Menteri Utama Australia Barat Mark McGowan dipilih sebagai pemimpin paling populer di Australia, dengan dukungan warga di negara bagian tersebut mencapai 89 persen.

Dalam reaksinya atas pernyataan Berejiklian, McGowan kemarin menuduh tidak konsistennya pesan yang dibuat oleh pemerintah NSW berkenaan dengan virus corona.

"New South Wales memiliki masalah dalam penanganan kapal pesiar Ruby Princess. Dan sekarang mereka hendak memberi nasehat mengenai perbatasan." katanya.

"Menurut anda, saya harus mendengar mereka? Saya tidak akan mendengarkan mereka." kata McGowan.

Kemarin juga, Wakil Kepala Bidang Medis Australia Paul Kelly mengatakan dia tidak melihat alasan perlunya menutup perbatasan masing-masing negara bagian lebih lama lagi. Reaksi dari negara bagian Queensland Photo: Bandara Canberra sedang merundingkan kemudahan bagi warga ACT untuk bepergian ke Queensland dan Australia Selatan. (Wikimedia: Bidgee/CC BY-SA 3.0 AU)

 

Dalam reaksinya atas desakan New South Wales, Menteri Transportasi Queensland Mark Bailey hari Kamis (21/5/2020) mengatakan bahwa pemerintahannya tidak 'mau dikuliahi' oleh 'negara bagian paling buruk di Australia.'

"Ada jumlah kasus aktif 33 kali lebih banyak di NSW dibandingkan di Queensland." katanya.

"NSW harus terlebih dahulu memastikan penularan di kalangan warga menurun, dan kita secara keseluruhan akan lebih baik, termasuk di Queensland."

Dari sekitar 7 ribu kasus COVID-19 di Australia, hampir separuhnya terjadi di NSW, namun dalam sebulan terakhir kasus positif juga sangat jauh menurun.

Menurut Premier NSW Berejeklian, sebagai pintu masuk internasional, ibukota NSW Sydney memainkan peran penting dalam membantu warga Australia yang pulang dari luar negeri.

"Ironisnya adalah kita sudah melakukannya untuk negara-negara bagian lain selama berbulan-bulan, jadi kita sudah membantu mereka." katanya.

"Dan kami dengan bangga mengatakan kami adalah kota global bagi Australia, kami adalah pintu masuk Australia, dan kami sudah mengambil peran besar dalam masa pandemi." kata Berejiklian

Sementara itu, Bandara Canberra di negara bagian ACT sekarang sedang mendekati dua negara bagian yaitu Queensland dan Australia Selatan, guna mengijinkan penerbangan ke sana.

Perbatasan Queensland sekarang ditutup bagi warga negara lain yang tidak memiliki ijin khusus, sementara mereka yang mengunjungi Australia Selatan harus menjalani karantina selama 14 hari.

Usulan dari Bandara Canberra adalah mengijnkan warga dari ACT untuk melakukan perjalanan ke kedua negara bagian tersebut tanpa mereka harus menjalani karantina.

ACT merupakan negara bagian pertama yang tidak lagi memiliki kasus aktif dan selama 2 minggu terakhir tidak lagi memiliki kasus positif baru.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ridwan Kamil Umumkan Zona Merah hingga Biru Covid-19 di Jabar, Ini Sebarannya

Berita Terkait