Terkubur Reruntuhan Rumah, Dipanggil Masih Menjawab

Selasa, 07 Agustus 2018 – 08:13 WIB
Rumah salah satu warga Banjar Klandis, Desa Pakisan, rata dengan tanah akibat gempa Lombok, Minggu (5/8) malam. Foto: Eka Prasetya/Radar Bali

jpnn.com - Sebagian wilayah Bali juga terdampak guncangan gempa Lombok, NTB, berkekuatan 7 SR, Minggu (5/8) malam. Sedikitnya lima unit rumah warga di Banjar Dinas Klandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, roboh dan rata dengan tanah.

Tak ada korban jiwa, namun belasan orang harus mengungsi untuk sementara waktu karena tak lagi memiliki hunian.

BACA JUGA: Internet & Seluler Terganggu, Telkom Beri Fastel Gratis

Kondisi terparah dialami keluarga Gede Sidimantra, 29, dan Jro Mangku Ketut Rentana, 48, keduanya tinggal di Tempekan Mabun, Banjar Dinas Klandis.

Rumah yang ditinggali dua kepala keluarga itu benar-benar rata dengan tanah. Bahkan, salah seorang kerabatnya, Wayan Madri, 70, kini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Sanglah Denpasar.

BACA JUGA: Pesta Gol Timnas U-16 dan Donasi untuk Korban Gempa Lombok

Menurut Gede Sidi, sebelum gempa terjadi ia bersama sejumlah anggota keluarganya tengah berada di dalam rumah.

Mereka sedang memisahkan bunga cengkih dari tangkainya (ngepik cengkeh) setelah melakukan panen pada Minggu siang.

BACA JUGA: Respons Cepat, TNI AL Mengerahkan 3 KRI dan Pasukan Marinir

Saat beraktifitas, tiba-tiba saja terjadi guncangan keras. Sontak mereka sekeluarga lari keluar rumah berusaha menyelamatkan diri.

Saat sampai di luar rumah, Gede Sidi tersadar neneknya tidak ikut lari menyelamatkan diri. Ia pun kembali masuk ke dalam rumah.

Namun baru sampai di pintu masuk, rumah tiba-tiba runtuh dan rata dengan tanah. Kaki kirinya pun sempat tertimpa reruntuhan. Tak pelak neneknya pun terkubur reruntuhan rumah.

“Waktu itu pikiran saya sudah jelek sekali, saya kira dadong sudah nggak ada. Saya panggil-panggil, ternyata dadong masih menjawab. Waktu itu posisi dadong terkubur seluruh reruntuhan. Saya berusaha mengangkat betonan itu tidak bisa, lalu saya minta tolong sama bapak dan warga lainnya,” kata Sidi.

Saat diselamatkan, Dadong Madri dalam kondisi lemah. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Kubutambahan, namun hanya disarankan rawat jalan.

Saat sampai rumah, kondisinya melemah bahkan beberapa kali muntah-muntah. Keluarga memutuskan langsung melarikannya ke RSUD Buleleng.

Pihak rumah sakit kemudian merujuk ke RS Sanglah Denpasar. “Luka pastinya saya belum tahu. Kabarnya patah tulang belakang dan ada luka dalam. Saya masih fokus membersihkan reruntuhan,” ceritanya. (rb/eps/mus/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pascagempa Lombok, Lion Air Siapkan 10 Penerbangan Tambahan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler