Terlibat Transaksi Narkoba di Bali, WN Belarusia Ditahan Polisi

Kamis, 23 Februari 2023 – 14:00 WIB
Kepala Kepolisian Sektor Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Pramana (kedua dari kanan) menunjukkan alat bukti berupa ganja sitaan dari tersangka Igor Zubchenok di Mako Polsek Denpasar Selatan, Bali, Kamis (23/2/2023). ANTARA/Rolandus Nampu

jpnn.com - DENPASAR - Seorang warga negara Belarusia bernama Igor Zubchenok (40) yang diduga terlibat transaksi jual beli narkoba di Denpasar, Bali, ditahan Satuan Reserse Narkoba Polsek Denpasar Selatan.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana mengatakan bule yang tinggal di Bali sejak 2020 itu ditangkap di Jalan Hang Tuah Gang Pacar, Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Sabtu (18/2), sekitar pukul 23.00 WITA.

BACA JUGA: WNA Rusia Kabur dari Rumah Sakit Seusai Tabrak Warga, Polisi Buru Pelaku

"Dari tersangka, kami mengamankan 17 paket ganja dengan total berat bersih 84,55 gram dalam kemasan kecil," kata I Made Teja Dwi Permana saat menggelar konferensi pers di Denpasar, Bali, Kamis (23/2).

Made Teja mengatakan bahwa tersangka Igor Zubchenok melakukan transaksi pembelian barang narkotika jenis ganja tersebut melalui sebuah grup aplikasi Telegram.

BACA JUGA: 6 WNA Asal India yang Terdampar di Rote Ndao Dideportasi Imigrasi Kupang

"Pengakuan dari tersangka ini, barang-barang didapatkan melalui grup aplikasi Telegram. Barang bukti sudah kami sita," ungkapnya.

Dia menjelaskan pada awalnya tersangka diundang oleh orang tak dikenal untuk bergabung di dalam sebuah grup.

BACA JUGA: Soal Peluang Bali United Pertahankan Gelar Liga 1, Teco Bilang Begini

Setelah masuk, diketahui itu ternyata menjadi grup tertutup yang dikhususkan bagi orang-orang yang ingin membeli narkotika.

Made menjelaskan tersangka yang bekerja sebagai programmer tersebut menggunakan media Telegram untuk melakukan transaksi pembelian ganja tanpa mengetahui secara pasti pihak yang menjualnya.

"Dari pengakuan tersangka, tidak tahu apakah dia bertransaksi dengan sesama warga asing atau Indonesia. Dia tidak mengenalnya. Dia diundang ke dalam grup dan di dalam grup itu tidak tahu siapa saja," kata Made Teja yang didampingi Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi dan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mirza Gunawan.

Setiap transaksi, kata dia, pihak penjual atau penyedia barang akan menentukan lokasi atau tempat pengambilan barang pesanan. Sekali tempel, dipatok dengan harga Rp 6,5 juta dengan uang kripto.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peran tersangka Igor dalam grup tersebut apakah hanya sebagai pemakai atau sebagai bandar yang menyediakan barang narkotika jenis ganja.

Igor Zubchenok, pria yang masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata tersebut terancam hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun karena melanggar Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler