Terminal Penerbangan Internasional Garuda Segera Pindah

Sabtu, 15 April 2017 – 07:35 WIB
Budi Karya Sumadi. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memberi sinyal hijau untuk perpindahan penerbangan internasional Garuda Indonesia dari terminal 2 ke terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tengarang, Banten. Perpindahan akan dilakukan secara menyeluruh pada Mei 2017.

Dengan kata lain, ada waktu dua minggu bagi Garuda untuk melakukan segala kesiapan yang diperlukan. Mulai dari simulasi penanganan penumpang hingga bagasi.

BACA JUGA: Menhub Kebut Runway BIJB Kertajati agar Tuntas Akhir 2018

Dalam kunjungannya ke terminal 3 Bandara Soetta, kemarin (14/4), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan, masih ada yang perlu di-improve dalam kesiapan yang dilakukan untuk perpindahaan ini. Salah satunya, soal swing gate di terminal 3.

Selain itu, Menhub turut menyoroti adanya kepadatan jadwal penerbangan internasional Garuda pada pukul 20.00 WIB.

BACA JUGA: Ingat! Sanksi Denda di Jembatan Timbang tak Ada Lagi

Ada 8 penerbangan yang dijadwalkan terbang dalam waktu berdekatan.

Dia menginginkan penerbangan bisa diatur dengan baik agar tidak terjadi senggolan.

BACA JUGA: 3 Langkah ini Ditempuh Agar Kapal-kapal Besar Bersandar

”Kedelapan pesawat itu wide body, yang terbang bersamaan ke luar negeri. Saya syaratkan boleh tanggal 1 asal 8 pesawat itu dapat contact stage,” ungkapnya ditemui di terminal 3 Bandara Soetta, kemarin (14/4).

Artinya, kedelapan pesawat wajib memperoleh contact stage di apron terminal 3.

Sehingga, seluruhnya mendapat garbarata dan tidak parkir di luar.

Kendati begitu, Mantan Dirut Aangkasa Pura II itu menilai kesiapan perpindahan sudah baik.

Dia hanya mendorong agar Garuda bisa memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan sosialisasi pada penumpang dan simulasi.

Simulasi ini pun, harus sesuai dengan jadwal dan jumlah armada yang sebenarnya.

”Saya minta kepada AP dan Garuda untuk melakukan latihan. Simulasi secara spartan terutama di waktu peak pukul 20.00 WIB,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awalludin menambahkan, dengan adanya izin dari Kemenhub ini maka Garuda sudah bisa mendeclaire.

Sehingga, masyarakat bisa bisa mengantisipasi. ”Nanti kami akan keluarkan surat juga,” ujarnya.

Dia menuturkan, perpindahan Garuda ini juga akan diikuti oleh grup skytrax.

Rencananya, kepindahan dilakukan Juli 2017. Sementara, di terminal 2 akan diisi oleh Citilink dan Batik Air.

Saat ini, dengan mengoperasionalkan 2 runway, pergrakan di Bandara Soetta sudah mencapai 72 pergerakan pesawat perhari.

Ditargetkan, pada Oktober 2017, pergerakan bisa meningkat hingga 80 pergerakan perhari.

”Januari 2017 naik lagi menjadi 86 pergerakan per hari. Sehingga bisa mengangkut lebih 100 juta penumpang per tahun,” jelasnya. (mia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 7 Tahun Dibahas, Pemanduan Selat Malaka Akan Terwujud


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler