Ternak Sapi dan Babi Jadi Tradisi Masyarakat

Minggu, 29 November 2015 – 05:23 WIB
Menteri Perdagangan Thomas Lembong (kanan) dan Walikota Kupang Jonas Salean (kiri) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/11). FOTO: DOK.Timor Express/JPNN.com

jpnn.com - KUPANG – Menteri Perdagangan Thomas Lembong melihat potensi lokal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti ternak sapi sudah membudaya dan menjadi tradisi masyarakat setempat dan kebutuhan daging sapi terus meningkat. Juga, peternakan babi, dimana potensi ekspornya cukup besar sehingga perlu dikembangkan.

“Jadi saya perkirakan dengan program Presiden untuk membangun waduk di sini, itu akan sangat membantu peternakan lokal maupun pertanian lokal,” ujar Thomas Lembong saat melakukan kunjungan di Pasar Oebobo, Kota Kupang, NTT, Jumat (28/11) seperti dilansir Harian Timor Express (Grup JPNN.com).

BACA JUGA: Cerdas! Siswi SMKN 1 Bontang Temukan Alat Penebar Pakan Ikan

Usai dari Kota Kupang, Sabtu (29/11) hari ini, Menteri Lembong dijadwalkan akan berkunjung ke Atambua dan akan melihat dari dekat pelabuhan Atapupu untuk memantau aktifitas perekonomian di perbatasan. Thomas dijadwalkan juga ke pasar di perbatasan.

Walikota Kupang, Jonas Salean kepada Menteri Thomas mengaku ketergantungan masyarakat Kota Kupang selama ini dalam menggunakan bahan bakar minyak tanah masih tinggi. Karena elpiji yang ada hanya 3 Kg dengan harga yang masih tidak terjangkau oleh masyarakat.

BACA JUGA: Mandi di Pinggir Sungai, Bocah Diterkam Buaya

Ada yang menarik dari kunjungan kemarin, yakni seusai diperkenalkan sebagai menteri oleh walikota, serentak ibu-ibu berebutan ingin foto dengan menteri ganteng itu.(fri/kr-8/boy/jpnn)

BACA JUGA: Waduh.. Provinsi Ini Jadi Transit ISIS

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Resah, Puluhan Hewan Haram Itu Belum Musnah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler