Ternak Uang Gelar 'TU for Students' Yuk Join Biar Melek Literasi Keuangan

Senin, 30 Mei 2022 – 22:00 WIB
Literasi keuangan yang rendah mengakibatkan investasi bodong marak di Indonesia. Ilustrasi/foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - CEO dan Co-founder Ternak Uang Raymond Chin menyebutkan literasi keuangan adalah pengetahuan fundamental yang perlu dimiliki.

Oleh karena itu, edukasi literasi keuangan sangat penting untuk dimulai sejak dini.

BACA JUGA: BPPSDMP Gelar Pelatihan Literasi Keuangan

"Edukasi perlu dimulai dari kalangan pelajar dan mahasiswa," ungkap Raymond di Jakarta, Senin (30/5).

Menurutnya, sejak di bangku sekolah, mayoritas generasi muda Indonesia tidak menerima pengajaran formal untuk topik finansial, seperti bagaimana cara menabung, mengatur pengeluaran, mengetahui kebutuhan dan keinginan, dan lain-lain.

BACA JUGA: Hari Kartini, Kaum Perempuan juga Bisa Belajar Literasi Keuangan dan Investasi

Padahal hal itu merupakan bentuk sederhana untuk memahami literasi keuangan.

Imbasnya, kata Raymond, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia tergolong rendah.

BACA JUGA: Revolusi Industri Fintech Lending Indonesia Harus Diiringi Literasi Keuangan

"Sebagai bukti rendahnya literasi keuangan di Indonesia, Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat besarnya kerugian masyarakat akibat investasi bodong. SWI menyebut, total kerugian masyarakat akibat investasi bodong mencapai hingga Rp 117 triliun sepanjang periode 2011-2021," bebernya.

Ramond mengatakan tak ingin kejadian serupa terjadi di masa depan, Ternak Uang, menggelar Ternak Uang (TU) for Students.

TU for Students merupakan program pelatihan keuangan, mulai dari personal finance, produk investasi, sampai dengan business & career, yang secara terbuka diadakan untuk seluruh pelajar di Indonesia.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai keuangan dan investasi kepada masyarakat khususnya generasi muda, agar tidak mudah terjebak pada perilaku konsumtif akibat peer pressure, influencer, dan faktor-faktor lainnya," ujar Raymond.

TU for Students juga dirancang untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia agar memiliki kemampuan dalam mengelola personal finance yang baik.

Platform edukasi yang berfokus di bidang keuangan dan investasi itu berharap masyarakat mampu mempersiapkan diri menghadapi harga barang dan komoditas yang diprediksi akan terus naik hingga 2030 mendatang.

Program TU for Students akan diadakan melalui format seminar ke sekolah-sekolah dan kampus di beberapa daerah di Indonesia, yang dikemas secara hybrid learning.

"Universitas Indonesia menjadi titik pertama roadshow TU for Students. Kampus berjuluk Yellow Jacket itu telah disambangi Ternak Uang for Students pada 21 Mei lalu, dalam gelaran The 12th Music Gallery," kata Raymond.

Setelah itu, roadshow akan berlanjut ke daerah-daerah lainnya di Indonesia, meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, hingga Pulau Sulawesi.

Selain itu, TU for Students juga menyediakan biweekly mentoring khusus para anggota bersama mentor-mentor Ternak Uang yang akan membahas topik-topik finansial lebih dalam lagi dengan kurikulum khusus pelajar.

“Sejak awal, Ternak Uang dibangun untuk membuka akses pendidikan terhadap keuangan dan investasi kepada setiap masyarakat. Harapannya, TU for Students dapat menjadi inisiatif penggerak yang melahirkan inisiatif serupa di kalangan masyarakat yang lebih luas,” tegas Raymond.

Raymond pun mengajak pelajar untuk memantau informasi melalui Instagram @ternakuang.id dan aplikasi Ternak Uang yang bisa didapatkan secara gratis di PlayStore dan App Store.

"Selain itu, sekolah yang tertarik juga bisa mengajukan profil dan pengajukan ke partnership@ternakuang.id," imbuh Raymond. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler