Ternyata Baru Dua Politeknik Berkolaborasi dengan Industri

Kamis, 10 Januari 2019 – 07:37 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (tengah) minta Polteknik Negeri Madiun makin meningkatkan kerja sama dengan PT INKA. Foto: Humas Kemenristekdikti

jpnn.com, JAKARTA - Ajakan pemerintah agar politeknik berkolaborasi dengan industri masih belum direspons para pimpinan perguruan tinggi. Hingga saat ini baru dua politeknik yang menggandeng industri.

Hal ini sangat disayangkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Pasalnya, dengan kerja sama itu, lulusan politeknik akan memiliki kompetensi lebih tinggi.

BACA JUGA: Hari Ini, Pengisian PDSS Peserta SNMPTN Mulai Dibuka

"Di Jerman, semua politekniknya berkolaborasi dengan industri. Makanya Jerman jadi salah satu negara rujukan pemerintah untuk program revitalisasi vokasi," ungkap Menteri Nasir saat kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Madiun (PNM), Rabu (9/1).

Dia menyebutkan, politeknik Indonesia baru dua yang sudah bekerja sama dengan industri dengan baik. Pertama, Politeknik Negeri Batam dengan aircraft mantainance. Mahasiswa kuliah di Batam sebagai pusat perbaikan pesawat terbang. Kedua, Politeknik Negeri Madiun yang bekerja sama dengan PT INKA.

BACA JUGA: Izin Buka Prodi Kekinian Dipermudah: Ada Kopi, Perkelapaan

Dia meyakini PNM akan mampu berkolaborasi dengan baik dengan PT INKA untuk menghasilkan SDM terampil dan berdaya saing di bidang perkeretapaian.

"Ini kalau terwujud, bayangan saya adalah, inilah politeknik seperti yang ada di Jerman, Swiss, maupun negara-negara maju lainnya. Kalau ini berhasil, jadi embrio bagi politeknik lain," tutur Nasir.

BACA JUGA: Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan, Ini Langkah Nasir

Untuk menjadikan PNM sebagai politeknik spesialis perkeretaapian di Indonesia sekaligus mendukung inovasi pada PT Industri Kereta Api (INKA), Kemenristekdikti sedang merancang pengadaan laboratorium dan software untuk dihibahkan kepada PT INKA yang nantinya digunakan juga oleh mahasiswa PNM.

"Kami akan alokasikan dalam kaitan revitalisasi vokasi untuk laboratorium. Laboratorium ini alat uji yang layak digunakan untuk kereta api, yang tahu PT INKA," ucapnya.

Nasir meminta PT INKA untuk menghitung jumlah anggaran yang diperlukan untuk pengadaan dengan syarat PNM bisa menggunakan laboratorium dan software tersebut secara bersama (coworking) dengan dosen dan mahasiswa PNM.

"Coworking ini penting sehingga ini laboratorium yang langsung digunakan mahasiswa bersama PT INKA. PT INKA yang tahu penggunaannya dan cara mengoperasikannya,” tandas Menteri Nasir. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Nasir Dorong Pembangunan Infrastruktur PT Lewat SBSN


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler