Ternyata BJ Habibie Pernah Merasa Tidak Kredibel

Jumat, 13 September 2019 – 00:54 WIB
Prosesi pemakaman jenazah BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, GORONTALO UTARA - Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu cerita, BJ Habibie pernah menyatakan dirinya tidak kredibel. Presiden ke-3 RI itu mengatakan hal tersebut ketika tidak dipercaya oleh MPR pada 1999.

"Saya pemimpin yang predictable, sebab saya memiliki visi dan pemikiran yang terukur tetapi saya tidak kredibel. Saya tidak dipercaya karena saya orang Soeharto, maka saya tidak diberi kepercayaan oleh MPR," ucap Thariq di Gorontalo, Kamis (12/9), menirukan kata-kata Habibie saat bertemu sekitar tahun 2006 silam.

BACA JUGA: Pemandangan di Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun, Sungguh Mengharukan

Pada Sidang Umum MPR 1999, Habibie memutuskan tidak lagi mencalonkan diri sebagai Presiden setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.

Thariq mengaku sangat mengingat jelas wejangan Presiden beretnis Gorontalo-Jawa itu kepadanya saat berada di kediaman Presiden RI ke-3 itu.

BACA JUGA: Ketahuilah, Sekolah Ini Ada di 23 Daerah, Didirikan BJ Habibie

"Kemajuan yang luar biasa hanya bisa diraih apabila pemimpin itu predictable dan credible, dua kata kunci menjadi pemimpin hebat ini begitu meresap di syaraf nalar saya hingga saat ini," ungkap Thariq.

Setiap pemimpin, menurut BJ Habibie, mestinya mempunyai visi yang terukur (predictable) dan pribadi yang bisa dipercaya karena integritas dan konsistensinya (credible).

Meskipun Habibie merasa tidak kredibel, Thariq mengatakan, tetap merasa Habibie sungguh merupakan seorang yang kapabel atau disebut juga predictable dan bisa diandalkan atau credible,

Profesor Habibie, dalam ingatan Thariq, tuturnya, adalah pribadi yang memberi contoh melalui dirinya sendiri.

Meski sadar tidak bisa mendekati kehebatan dan ketokohan BJ Habibie, Thariq mengaku, dalam tiga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Gorontalo Utara, dirinya tetap konsisten mengusung visi CERIA (Cerdas, Empatik, Ramah, Inovatif, Amanah) sebagai visi pembangunan sumber daya manusia.

"CERIA dalam pemikiran dan keyakinan saya adalah gagasan yang predictable. Lalu bagaimana soal credible? Saya tidak tahu persis, tetapi faktanya memang saya dua kali gagal menjadi Bupati Gorontalo Utara (2008 dan 2013)," ungkap Thariq.

Kini, Presiden ke-3 Indonesia yang juga cendekiawan muslim yang hebat dan teknokrat ulung itu telah berpulang.

"Sepertinya mustahil atau setidaknya butuh ratusan tahun lagi bangsa ini melahirkan tokoh sekelas Prof. Dr. Ing. Habibie yang karya-karya dan pemikirannya jadi teladan, semoga senantiasa menjadi inspirasi dan spirit bagi kita semua dan anak cucu kita kelak," katanya.

Ia mengatakan, Habibie juga punya andil besar pada pembentukan Kabupaten Gorontalo Utara.

"Atas nama Pemerintah Daerah dan rakyat Gorontalo Utara, kami berdoa agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," ungkap Thariq. (Susanti S/ant/jpnn)

 

 


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler