Ternyata Ini Alasannya Pertamina Latih Kelompok Kenari Olah Limbah Pertanian jadi Kompos

Rabu, 29 November 2023 – 14:40 WIB
Kelompok tani Kenari langsung mempraktikkan pembuatan kompos dipandu oleh Dalih Cahyono sebagai narasumber. Foto: Pertamina

jpnn.com, BALIKPAPAN - Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan melaksanakan Sosialisasi Pembuatan Kompos Organik dari Limbah Tanaman Hortikultura, Kamis (9/11).

Program ini dilaksanakan di salah satu mitra binaan PT KPI Unit Balikpapan melalui program Ketahanan Pangan Girimukti (Kenari).

BACA JUGA: Terapkan Sistem Manajemen Keberlanjutan Bisnis, Pertamina Group Raih Sertifikat ISO22301:2019

Kegiatan itu diikuti oleh seluruh anggota kelompok Kenari, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, dan anggota Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia.

Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi pertanian, Dalih Cahyono senagai narasumber.

BACA JUGA: Pertamina Group Raih Sertifikat ISO22301:2019

Area Manager Communication, Relation & CSR PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Perangin Angin mengatakan pelatihan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kompetensi anggota kelompok.

"Pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh kelompok tani untuk menekan biaya produksi pertanian agar peserta dapat memproduksi pupuk sendiri," kata Chandra.

BACA JUGA: Pertamina Eco RunFest 2023, Wujud Cinta Bumi & Kemanusiaan

Bahan utama dari pembuatan pupuk kompos ini adalah arang, sekam padi, limbah tanaman hasil pertanian, kotoran ternak, dan juga mikro organisme yang berperan sebagai starter fermentasi.

"Ketersediaan bahan baku untuk pembuatan pupuk yang dapat dengan mudah diperoleh merupakan modal penting bagi anggota kelompok untuk memotong ongkos produksi. Potensi ini harus dapat dikembangkan," kata Chandra.

Sementara itu, Dalih Cahyono menyampaikan pupuk kompos berperan penting dalam proses pertanian.

"Kami harus tahu seberapa penting kompos ini bagi sebuah tanaman dan juga manusia, manfaatnya apa, faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan pengomposan, serta bagaimana proses pembuatannya secara benar," jelas Dalih.

Ketua Kelompok Kenari, Ketut bersyukur atas pelatihan yang diberikan Pertamina.

Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi anggota kelompok apalagi saat ini pupuk kemasan harganya cukup mahal. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Berkomitmen Mendukung Target Net Zero Emission 2060


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler