Ternyata Ini Penyebab Elektabilitas Partai Gerindra Meningkat

Senin, 28 Maret 2022 – 22:31 WIB
Ilustrasi - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Indonesia Polling Stastions (IPS) menunjukkan elektabilitas Partai Gerindra meningkat.

Menurut Peneliti Indonesia Polling Stastions (IPS) Alfin Sugianto, elektabilitas Partai Gerindra saat ini mencapai 16,5 persen.

BACA JUGA: Hasil Survei: Elektabilitas Airlangga Mengalahkan 2 Tokoh ini

Angka tersebut lebih tinggi empat persen dibanding perolehan suara Partai Gerindra di Pemilu 2019 lalu.

Alfin lantas menyebut penyebab terjadinya peningkatan elektabilitas, di antaranya loyalitas para pemilih Prabowo Subianto.

BACA JUGA: Prabowo Punya Elektabilitas Tinggi, Tetapi Soal Ini, Anies Juaranya

"Saat ini berdasarkan survei IPS, elektabilitas Partai Gerindra mencapai 16,5 persen atau meningkat sekitar 4 persen dari perolehan suaranya pada Pemilu 2019," ujar Alfin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/3).

Dia menyebut jika tren para pemilih Prabowo Subianto tetap loyal memilih Partai Gerindra di Pemilu 2024, partai tersebut bakal bersaing ketat dengan PDI Perjuangan.

BACA JUGA: Ganjar Dinilai Lebih Berpeluang Memenangkan Pilpres 2024, Begini Alasannya

"Elektabilitas PDI Perjuangan masih tertinggi, sebesar 20,9 persen. Di urutan selanjutnya ada Partai Golkar 11,4 persen, Partai Demokrat 8,3 persen, PKS 7,7 persen dan PKB 7,1 persen," ucapnya.

Hasil survei juga memperlihatkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di urutan pertama, mencapai 27,4 persen.

Urutan kedua Ganjar Pranowo (18,9 persen) urutan ketiga Anies Baswedan (15,9 persen).

"Publik kelihatannya makin mantap menjatuhkan pilihannya kepada Ketua Umum Partai Gerindra untuk memimpin Indonesia periode 2024—2029," katanya.

Menurut dia, meski berbagai kemungkinan bisa terjadi, melihat tren elektabilitas Prabowo yang stabil dalam 1,5 tahun maka peluang Menteri Pertahanan tersebut menjadi presiden terbuka lebar.

Survei IPS dilakukan pada 8—18 Maret 2022 dengan responden sebanyak 1.220 orang yang tersebar di 34 provinsi.

Margin error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei menggunakan teknik pengambilan sampel secara probability dengan teknik acak bertingkat.

Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka oleh tenaga terlatih dengan bantuan atau pedoman kuesioner.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler