Ternyata Solskjaer Sempat Kepikiran Mengganti De Gea, Tetapi..

Kamis, 27 Mei 2021 – 12:06 WIB
Para pemain Manchester United menghibur kipernya David De Gea (kanan). Foto: diambil dari Manchester Evening News

jpnn.com, GDANSK - Arsitek tim Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengaku sempat mempertimbangkan mengganti David De Gea dengan Dean Henderson, sebelum kekalahan MU dari Villarreal pada final Liga Europa di Gdansk, Kamis (27/5) dini hari WIB.

Usai Villarreal memenangi laga lewat drama panjang adu penalti 11-10 (1-1) itu, De Gea menjadi kambing hitam.

BACA JUGA: Manchester United Keok, David De Gea jadi Korban

Kiper berkebangsaan Spanyol yang doyan mendengar musik rock sebelum pertandingan itu gagal mengeksekusi penalti saat mendapat giliran sebagai algojo terakhir.

Manchester Evening News melansir, De Gea memiliki rekor penalti yang sangat buruk.

BACA JUGA: Villarreal Lebih Baik dari Manchester United

Setelah final Liga Europa tadi, De Gea tercatat telah kebobolan dalam 40 pertandingan terakhir yang dihadapinya dalam waktu normal dan dan adu penalti untuk MU dan juga timnas Spanyol.

Pemain di bawah mistar itu belum pernah menyelamatkan penalti untuk Setan Merah setelah terakhir melakukannya saat mementahkan penalti Romelu Lukaku (ketika masih di Everton) pada semifinal Piala FA 2016.

BACA JUGA: Manchester United Tertahan, Bendera Palestina Berkibar di Old Trafford

Sementara itu, penjaga gawang MU lainnya, Dean Henderson cukup dikenal menjadi momok striker lawan saat situasi penalti.

Henderson telah membuat striker Manchester City Gabriel Jesus gagal penalti saat dia masih dipinjamkan ke Sheffield United musim lalu.

Henderson juga pernah menghentikan penalti di Piala Eropa U-21 2019, dan pada final play-off League One 2018.

Fan MU sempat berharap Solskjaer mengganti De Gea dengan Henderson ketika babak adu penalti sudah terbayang di ujung perpanjangan waktu.

Namun, Solskjaer malah mengirim Alex Telles dan Juan Mata, dua pergantian terakhirnya di tambahan waktu.

"Itu (mengganti David De Gea) terlintas dalam pikiran saya sebelum pertandingan, tetapi kami percaya diri bahwa David siap," kata Solskjaer.

"Apa pun bisa terjadi dalam adu penalti. Saya terjebak dengan pikiran 'penjaga gawang yang memainkan semua permainan'," imbuhnya.

Solskjaer enggan ikut menyudutkan De Gea. Dia berkilah timnya tak cukup baik selama 120 menit untuk mencetak lebih banyak gol.

"Kami memiliki perasaan bisa mendapatkan lebih banyak gol, tetapi tidak bisa," katanya. (adk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler