Terobos Sanksi Amerika, Tiongkok Kirim Bantuan Medis ke Kuba

Senin, 04 Mei 2020 – 23:33 WIB
Bantuan alat medis COVID-19 dari Tiongkok. Foto: ANTARA Foto/Chendrawasih KLN/TM

jpnn.com, HAVANA - Peralatan medis bantuan dari Tiongkok tiba di Kuba setelah sempat tertunda pengirimannya akibat pembatasan transportasi di tengah sanksi Amerika Serikat.

Sebanyak 286 donatur yang merupakan alumni pelajar Tiongkok di Kuba berhasil mengumpulkan dana senilai 140.000 yuan lebih, membeli 420 potong pakaian pelindung, dan 38.750 helai masker untuk penanganan COVID-19.

BACA JUGA: Giliran Inggris Serang Tiongkok soal Virus Corona

Bantuan tersebut berhasil tiba di Kuba berkat pertolongan Kedutaan Kuba di Tiongkok, demikian Chen Ke yang berinisiatif menggalang donasi, seperti dikutip Global Times, Senin.

Para pendonor merupakan pelajar asal Tiongkok yang meraih beasiswa dari pemerintah Kuba selama periode 2006-2016, sebut Chen (30) yang belajar bahasa Spanyol di Havana, Kuba, selama lima tahun mulai 2009.

BACA JUGA: Ketum PBNU dan Dubes Tiongkok Untuk Indonesia Tingkatkan Kerja Sama di Berbagai Bidang

Setelah meluncurkan program penggalangan dana pada akhir Maret, pria asal Provinsi Guizhou, itu sempat khawatir bantuan tersebut tidak sampai di Kuba karena adanya sanksi dari AS.

Kekhawatiran itu terbukti kebenarannya. Pada 1 April pemerintah Kuba menyatakan bahwa peralatan kesehatan bantuan dari Tiongkok tidak bisa dikirimkan sesuai jadwal akibat adanya sanksi dari AS.

BACA JUGA: BPS Beber Data Wisman, Turis asal Tiongkok Anjlok Signifikan

"Walau begitu, selama masih ada secercah harapan, kami tidak akan menyerah untuk memberikan bantuan kepada Kuba melawan epidemi ini," ujar Chen.

Dia menghubungi Kedutaan Kuba di Tiongkok untuk membicarakan berbagai kemungkinan yang bisa ditempuh.

Akhirnya, dia menemukan salah satu perusahaan angkutan barang yang bisa mengangkut bantuan tersebut terhindar dari sanksi AS atas bantuan Kedutaan Kuba di Tiongkok. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler