Terus Disuruh Masak dan Mencuci, Suami Tikam Istri Lalu Bunuh Diri

Kamis, 05 Maret 2015 – 04:54 WIB

jpnn.com - CIREBON - Suara teriakan wanita meminta tolong dari sebuah toko di Kp Kesunenan, RT 06 RW 07, Kecamatan Lemahwungkuk, Rabu (4/2), membuat warga berdatangan. Warga khawatir telah terjadi sesuatu di dalam bangunan yang juga ditinggali pasangan suami istri Supranadi, 32, dan Sri Meati, 39. Alangkah kagetnya warga setelah merangsek masuk ke rumah itu. Pasalnya mereka mendapati pasangan itu tergelatak di lantai dengan kondisi bersimbah darah.

Kondisi itu membuat warga panik. Pasutri itu sama-sama terluka di bagian tubuh akibat tusukan pisau. Kepada warga, Sri Meati yang masih sadarkan diri mengaku ditikam suaminya. 

BACA JUGA: Pelaku Gembos Ban Nyaris Dibakar Massa

Setelah menusuk istrinya, Supranadi mencoba bunuh diri. Mendengar cerita itu, keluarga Sri dan warga emosi. Mereka memukuli Supranadi dan diseret keluar toko hingga akhirnya diselamatkan pihak kepolisian dari Polsek Seltim. 

Keduanya kemudian dievakuasi petugas ke RS Pelabuhan untuk mendapatkan pertolongan medis. Keduanya pun masih tertolong dan kini harus menjalani perawatan. Sementara polisi yang melakukan olah TKP berhasil mengamankan sebilah pisau dapur yang digunakan oleh Supranadi untuk menusuk istrinya. 

BACA JUGA: Aksi Cepat Perampok Bergolok Kuras Uang di Minimarket

Ditemui di IGD RS Pelabuhan, Supranadi mengaku lakukan aksi tersebut karena emosi telah diperlakukan tidak manusiawi oleh sang istri. Menurutnya, setiap hari ia disuruh mencuci, memasak, dan membersihkan rumah. 

Emosinya kian memuncak, setelah sang istri kerap bicara ke tetangga bahwa ia akan menikah lagi. 

BACA JUGA: Raskin Diembat Maling, Pak Lurah Minta Ganti Bulog

Karena emosi itulah, ia kemudian menusuk perut dan dada istrinya. Usai menusuk sang istri yang sudah dinikahinya empat tahun yang lalu, pelaku kemudian menusuk perutnya sendiri sebanyak tiga kali.  

“Laki-laki mana yang tidak emosi, tiap hari saya dimarahi. Saya bilang sama dia, kalau seperti ini lebih baik kita sama-sama mati saja,” ujarnya. 

Dia mengaku sang istri sempat mencoba melawan dengan menangkap pisau tersebut menggunakan tangannya, hingga tangan korban terluka dan harus dijahit. Namun perkelahian tak seimbang tersebut membuat Sri tak berdaya korban ambruk.

Sementara itu, Sri mengatakan bahwa dirinya suami sehari sebelumnya terlibat pertengkaran hebat. Saat itu permasalahan dipicu dari Supranadi menolak membantu mengurusi anak korban yang saat itu sedang sakit karena ditabrak becak. 

“Saya minta tolong sama dia, saat itu toko lagi ramai banyak pembeli, tapi setelah makan dia malah tidur dan saya pun terpancing emosi. Saya marah-marah sama dia,” tuturnya. (dri)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puluhan Kali Beraksi, Spesialis Pembobol Ruko Kosong Dibekuk


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler