Teruskan Bisnis Ayah, Pernah Ditipu, Dicurangi, tapi Tak Nyerah

Sabtu, 07 Mei 2016 – 15:55 WIB
Aif Arifin Sidhik. FOTO: BCA for/jpnn.com

jpnn.com - TIAP orang sudah digariskan bagaimana dia akan suksesnya. Entah dari jalur mendirikan bisnis sendiri atau melanjutkan bisnis pendahulunya. Pengusaha muda yang satu ini, Aif Arifin Sidhik masuk  ke golongan kedua.

Aif melanjutkan bisnis ternak ayam ayahnya, Haji Dudung. Meski sebagai penerus sang ayah, bukan berarti pria asal Kuningan, Jawa Barat tak pernah jatuh bangun.

BACA JUGA: Ini Kata Pakar Saraf Soal Aksi Bejat Para Pemerkosa Yuyun

Ia pernah ditipu, dicurangi, rugi, namun tetap pantang menyerah.

Filosofi tersebut membuat pemimpin AS Putra Group mendulang sukses dalam bisnis. Modal usaha kemitraan atau plasma ternak ayam yang dirintis ayahnya sejak 1984, Aif pun mengembangkan bisnis menjadi sandaran hidup keluarga besarnya.

BACA JUGA: Komnas PA: Anak Bukan Lagi Amanah, Tapi Barang yang...

Tantangan yang kerap Aif hadapi seperti ayam yang sakit, harga ayam anjlok dan hubungan karyawan yang kurang harmoni. Namun, setelah tiga bulan memimpin, Aif akhirnya mampu mengatasi gejolak tersebut.

Pria kelahiran Kuningan 1985 ini juga pernah salah berhitung dalam bisnis ketika berencana membuka cabang kemitraan di Yogyakarta, Purwokerto dan Purwakarta pada 2014 lalu. Alhasil, cabang tersebut terpaksa gulung tikar.

BACA JUGA: KPAI: Kasus Yuyun Akan Berulang jika...

Sebabnya, harga rata-rata ayam di wilayah tersebut lebih rendah dibanding Jabodetabek dan Jawa Barat. Harga jual ayam ketiga kota itu lebih murah Rp 1.000-Rp 2.000. Hal ini jelas menyebabkan kerugian.

“Ini menjadi kekurangan naluri bisnis saya,” kata Aif. Kesalahan semacam membuat Aif banyak belajar. Ia akhirnya berhasil mengembangkan usaha warisan ayahnya dengan membuka cabang. Cabang pertama Aif buka di Majalengka pada 2011.

Setahun kemudian, Aif buka cabang lagi di Gedebage, Bandung. Selama enam tahun bisnis, Aif sudah membuka sembilan cabang tersebar di Kuningan, Majalengka, Gedebage, Sumedang, Garut, Subang, Padalarang, Cirebon dan Tasikmalaya.

Dari hanya 50 ribu ekor ayam per minggu, kini Aif bisa memproduksi 300 ribu ekor ayam per minggu dengan harga jual rata-rata Rp20 ribu per ekor. Aif mengaku, 2014 menjadi masa tersulit baginya karena harga jual ayam yang sangat rendah.

Namun, Aif optimistis, upaya pemerintah yang mulai menata populasi bibit ayam (day old chicken/DOC), indukan ayam dan penjualan akhir DOC, prospek bisnis ayam bisa lebih cerah.

Perkembangan bisnis ini membuat bisnis keluarga ini merambah sektor lain, seperti perhotelan, transportasi, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan juga dealer motor.

“Meski diversifikasi bisnis beragam, bisnis utama yang menjadi tulang punggung tetap bisnis ternak ayam,” katanya.

Diversifikasi sudah dimulai sejak 2006 dengan pembukaan dealer motor. Kemudian, usaha SPBU di dua lokasi di Kuningan. Tak lama berselang, bisnis perhotelan pun dijamah. Dalam akuisisi hotel ini, Aif mengaku dibantu fasilitas pinjaman PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Hotel Purnama dan Grand Purnama menjadi bukti bisnis hotel keluarga ini di Kuningan. Hingga 2015, hotel masih menjadi pilihan keluarga untuk melebarkan sayap. Salah satu hotel di kawasan Pangandaran dari Cipaganti pun diakuisisi dan diberi nama Hotel Bulak Laut.

Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, bisnis AS Putra Group juga merambah sektor kontraktor dengan usaha pembangunan perumahan bersubsidi atau FLPP di Kuningan, Jawa Barat. Aif belajar mengembangkan usaha ini di atas lahan seluas 13 hektare.

Sebanyak 80 persen rumah merupakan rumah bersubsidi, dan sisa 20 persen merupakan rumah komersial. Lantaran perumahan sudah hampir terjual habis, Aif melakukan pembebasan lahan seluas 5 hektare di sebelah perumahan yang ada saat ini.

“Jadi, tahun ini kami melakukan perluasan tahap 2 untuk rumah bersubsidi. Saat ini harga jual rumah FLPP sebesar Rp 115 juta. Kami juga punya landbank di dua lokasi untuk perumahan, masing-masing target lahan 13 ha dan 9 ha namun baru proses pembebasan lahan 4 ha. Ini untuk perumahan komersial mewah,” kata Aif. (bca/adv)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wakil Ketua KPK Panen Hujatan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler