Tes Urine Negatif, Kapolri: Jangan Vonis Sudah Terlibat

Rabu, 03 September 2014 – 12:27 WIB
Kapolri Jenderal Sutarman.

jpnn.com - JAKARTA - Nasib dua Anggota Polda Kalbar AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MP Harahap masih belum jelas pascaditangkap Polis Diraja Malaysia, di Kuching, Malaysia, karena dugaan keterlibatan kasus narkoba.

Saat ini, PDRM masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya yang ditangkap karena pengembangan penangkapan seorang Warga Negara Filipina, Chusi, di Bandara International Kuala Lumpur, karena kepemilikan 3,1 kg amphetamin.

BACA JUGA: Inilah 17 Pemda yang Batal Gelar Seleksi CPNS 2014

Kapolri Jenderal Sutarman mengingatkan, jangan memvonis seolah-olah dua Anggota Polda Kalbar itu terlibat, karena sampai saat ini otoritas Malaysia masih melakukan pemeriksaan.

"Dari beberapa hari pemeriksaan, tes urinnya juga negatif. Makanya kita tunggu dulu teman-teman, jangan vonis dulu seseorang sudah terlibat," kata Kapolri usai melantik sejumlah Perwira Tinggi Polri, Rabu (3/9), di Mabes Polri.

BACA JUGA: Polri Tunggu Hasil Pemeriksaan PDRM

Dia kembali mengingatkan, kalau memang dalam pemeriksaan yang dilakukan selama tujuh hari dan ditambah lagi tujuh hari berikutnya, dinyatakan dua Anggota Polda Kalbar itu terlibat, maka Polri akan menghormati proses hukum di Malaysia.

"Kita hormati hukum yang berlaku di Malaysia. Kita punya hubungan yang baik dengan PDRM,  kita punya kerjasama perbatasan, kerjasama antar (bidang pemberantasan) narkotik, kita punya kerjasama yang baik. Kita hormati proses hukum ini dulu," ujarnya.

BACA JUGA: Seskab Keluarkan Surat Edaran untuk Tim Transisi

Yang jelas, kata Kapolri, saat ditangkap barang bukti tidak ada di tangan AKBP Idha dan Bripka Harahap. "Dari hasil tes urine-nya juga negatif. Itu yang sudah dilaporkan ke kita (oleh LO Polri).  Tapi kita tetap menunggu tujuh hari mulai dari tanggal 29 (Agustus 2014) kemarin. Kalau masih diperlukan akan diperpanjang 7 hari. Itu proses hukum yang berlaku di Malaysia," jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah mengirim tim ke sana untuk melakukan pengecekan dan koordinasi. "Jadi, jangan kita berandai-andai dulu apakah itu terkait atau tidak, jangan dulu. Kita lihat dulu saja prosesnya. Di Malaysia sepi-sepi tidak ada masalah, tapi ribut di kita," ungkap Sutarman. Lantas apakah tim Polri sudah bisa bertemu dengan Idha dan Harahap? "Belum, tidak boleh ditemui," pungkas jenderal bintang empat ini. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lantik 10 Kapolda, Kapolri Ingatkan Perwira yang Jauh dari Istri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler