Test and Release, Cara Malaysia Memudahkan Perjalanan di Masa Pandemi

Selasa, 15 Maret 2022 – 23:59 WIB
Arsip - Pesawat Malaysia Airlines terlihat di Bandara Internasional Kuala Lumpur di tengah wabah COVID-19 di Sepang, Malaysia, 6 Oktober 2020. (ANTARA/Reuters/Lim Huey Teng/as)

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Kementerian Perhubungan Malaysia menerapkan metode test and release bagi pelaku perjalanan udara dari tiga negara: Singapura, Thailand dan Kamboja.

Dengan metode itu, pelancong dari tiga negara tersebut tidak perlu menunggu hasil tes COVID-19 saat tiba di Malaysia, kata Menteri Perhubungan Malaysia Wee Ka Siong di Kuala Lumpur, Selasa.

BACA JUGA: Mundur dari Pelatnas Malaysia, Lee Zii Jia Semakin Moncer di German Open 2022

Pelaku perjalanan hanya perlu menjalani tes PCR COVID-19 pada saat kedatangan dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke tempat isolasi dan menunggu hasil tes yang keluar dalam 24 jam.

Mereka yang hasilnya negatif diperbolehkan untuk meneruskan perjalanannya, sedangkan yang hasilnya positif diharuskan tetap mengisolasi diri sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan.

BACA JUGA: Atlet Malaysia Naik Podium di German Open 2022, Pelatih Indonesia Senang Bukan Main

Wee mengatakan metode itu adalah bagian dari standardisasi prosedur Jalur Perjalanan Vaksinasi (Vaccinated Travel Lane/VTL).

Standardisasi dilakukan untuk menghindari kebingungan para pelaku perjalanan via VTL melalui udara yang memasuki Malaysia dan untuk memfasilitasi aspek penegakan peraturan di bandara.

BACA JUGA: TNI AL Menggagalkan Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia

Standardisasi itu berlaku untuk kedatangan wisatawan VTL di Bandara Internasional Kuala Lumpur dan Bandara Internasional Penang mulai 16 Maret 2022, kata Wee.

Sementara itu, bagi pelaku perjalanan luar negeri non-VTL, Malaysia tetap memberlakukan karantina setelah mereka tiba di negara itu.

Sejumlah pengunjung asal Indonesia mengatakan mereka yang baru menerima dua dosis vaksin COVID-19 diminta untuk menjalani karantina selama tujuh hari, sedangkan yang sudah mendapatkan dosis booster menjalani karantina lima hari.

"Di hari terakhir karantina, (pengunjung) diminta melakukan tes PCR dan hasilnya dilaporkan ke aplikasi MySejahtera," kata Qurniawati, pengunjung asal Surabaya, Jawa Timur.

Sejalan dengan rencana untuk memasuki Fase Transisi Endemi pada 1 April 2022, pemerintah Malaysia juga memutuskan untuk membuka kembali perbatasan negara mulai tanggal tersebut. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler