Tetap Sehat dengan Kelopak Mata Cantik

Kamis, 13 April 2017 – 17:02 WIB
Dokter Spesialis Bedah Plastik, RSKB Bina Estetika, Menteng, dr. Sidik Setiamihardja, SpB, SpBP (tengah). Foto for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tampil cantik menjadi keinginan semua kaum hawa. Salah satu yang menjadi pilihan adalah blepharoplasty atau yang dikenal dengan operasi kelopak mata.

Tujuan dari operasi ini untuk memiliki lipatan kelopak atas mata yang cantik dan menjadikan tampak lebih muda.

BACA JUGA: Kopi Campur Garam Jadi Tren Baru, Apa Sih Itu?

Di Amerika Serikat, blepharoplasty kini menjadi trend. The American Society of Plastic Surgeon, melaporkan sebanyak 15,6 juta penduduk Amerika Serikat, melakukan tindakan bedah plastik pada tahun 2014 lalu.

Terjadi peningkatan sekitar 3 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi yang sama juga terjadi di Indonesia, dari tahun ke tahun berbagai jenis tindakan bedah plastik semakin meningkat.
Dokter Sidik Setiamihardja SpB SpBP mengatakan, mata dan kelopak mata menjadi ceriminan kesehatan, kesegaraan dan mempengaruhi penampilan seseorang. Kelopak mata itu sendiri terdiri dari atas dan bawah.

BACA JUGA: Girls Ingat Ya, Filler Bibir Banyak Bahayanya Lho

Kelopak mata ini kadang ingin diperbaiki dengan berbagai alasan baik alasan tersebut bersifat fungsional ataupun kecantikan.

Sehingga operasi kelopak mata atau yang biasa disebut dengan blepharoplasty, bisa dilakukan pada salah satu kelopak mata ataupun di kedua kelopak mata. 

BACA JUGA: Pilih Bakar Lemak dengan Muay Thai

Ada dua hal yang melatarbelakangi dilakukannya operasi kelopak mata, yaitu untuk perbaikan fungsional dan kecantikan.

Seperti apa sebetulnya blepharoplasty? Dokter Sidik menjelaskan, pada pasien bisa saja terjadi gangguan fungsi bawaan berupa kelopak mata yang tidak dapat terbuka lebar sehingga akan terlihat sipit.

Pertambahan usia juga dapat menyebabkan kulit yang semakin mengendur sehingga dapat menggangu fungsi penglihatan.

Hal lainnya yang memerlukan perbaikan fungsional adalah luka pada kelopak mata setelah terkena luka bakar sehingga diperlukan koreksi agar mata dapat kembali berfungsi. Selain itu, setiap etnis memiliki ciri khas mata tertentu, seperti contoh kelopak mata pada etnis kaukasian.

Pada etnis ini, mata lebih lebar, tampak lebih besar, dan ada lipatan kelopak mata. Sementara pada etnis asia, hal-hal tersebut berkebalikan sehingga mendorong untuk dilakukannya operasi kelopak mata.
Konsultasi dini dengan ahli bedah plastik sebelum dilakukannya tindakan pembedahan merupakan pilihan bijak karena bertujuan untuk menentukan bentuk kelopak mata yang diinginkan.
Tindakan pembedahan dapat dilakukan dibawah pembiusan umum atau ?di bawah sedasi sadar dimana Anda hanya tidur dangkal kemudian ditambahkan pembiusan lokal di daerah mata.

Tindakan operasi dilakukan selama +/– 1,5 jam untuk operasi kelopak mata atas, begitu pula dengan operasi kelopak mata bawah. Anda bisa pulang setelah sadar penuh dari efek pembiusan. ?
?Untuk perawatan pasca operasi, balutan akan dibuka pada satu hari setelah operasi. Kemudian akan dilakukan pencabutan benang pada hari ke enam. Luka pasca operasi baru diperbolehkan untuk terkena air dan sabun serta memakai lensa kontak pada hari ke sebelas pasca operasi.

Pada hari ke lima belas pasca operasi, pasien diperbolehkan kembali memakai kosmetik di kelopak mata dan sekitarnya. Pada tiga minggu pasca operasi, biasanya terdapat keluhan yang dikarenakan parut yang terjadi pada masa penyembuhan.

Oleh karena itu, dr Sidik menyarakan untuk kepada pasien untuk selalu mengotrolnya. “Konsultasikan setiap tindakan yang akan dilakukan oleh ahli bedah plastik sehingga anda memahami tindakan yang akan dilakukan,” pungkasnya. (jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rahasia Tampil Segar di Usia Senja Dewi Motik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler