TGUPP Bisa Tetap Ada Jika Pj Gubernur Membutuhkan

Kamis, 15 September 2022 – 09:35 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Kamis (28/4) lalu. Foto: Ryana Aryadita/jpnn.com

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons desakan pembubaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) seiring berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 16 Oktober 2022 mendatang. 

Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti aturan yang mengatur masa kerja TGUPP selesai bersamaan dengan Anies Baswedan. 

BACA JUGA: Ketua DPRD DKI Geram, Bandingkan TGUPP Anies dengan Penyakit

“Memang kalau itu kan sesuai dengan ketentuan aturan namanya TGUPP kan tim untuk melakukan percepatan pembangunan. Dia juga akan habis masanya,” ucap Ariza di Balai Kota, Rabu (14/9) malam.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini menyebutkan TGUPP bisa tetap ada bila penjabat gubernur membutuhkannya. Namun demikian, kata dia, keputusan mengenai adanya tim atau staf seperti TGUPP itu berada di tangan pj gubernur selanjutnya. 

BACA JUGA: Anies Lengser, TGUPP Harus Angkat Kaki dari Balai Kota

“Kecuali nanti diserahkan kepada pj gubernur selanjutnya. Apakah merasa perlu adanya TGUPP atau tidak, atau melalui cara lain, itu kewenangan pj gubernur,” kata mantan wakil ketua Komisi II DPR itu. 

Sebelumnya, salah satu pihak yang mendesak TGUPP bubar ialah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi

BACA JUGA: BW Mundur dari TGUPP, Wagub DKI: Itu Kebijakan yang Sudah Tepat

Dia meminta TGUPP dibubarkan bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan TGUPP harus sudah selesai tugasnya pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Berakhirnya masa jabatan TGUPP ini bersamaan dengan selesainya pemerintahan Anies Baswedan di DKI Jakarta.

Prasetyo menganggap TGUPP selama ini tak bekerja dan hanya menghabiskan anggaran. 

Dia bahkan menyebut tim tersebut seperti penyakit.

“TGUPP otomatis 16 Oktober sudah hilang. Itulah penyakitnya DKI,” ucap Prasetyo, Rabu (14/9).

Dia menuding banyak program Anies yang dibuat karena bisikan anggota TGUPP.

Prasetyo mencontohkan pengerjaan trotoar di sejumlah tempat dibangun asal-asalan sehingga menyebabkan banjir.

Tak hanya itu, Anies juga dinilai hanya membangun pusat kota, tetapi tak mengurusi pinggiran Jakarta.

“Jangan cuma di tengah kota, hanya casing saja kelihatan bagus, tetapi di pinggir-pinggir jelek. Nah, yang kayak begitu enggak boleh tuh. Itu ide-ide TGUPP,” tuturnya. (mcr4/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler