Thailand Diguncang Klaster COVID-19 Pasar Udang

Sabtu, 19 Desember 2020 – 22:38 WIB
Warga Thailand memakai alat pelindung diri di tengah pandemi COVID-19. Foto: Reuters

jpnn.com, BANGKOK - Thailand mencatat sembilan kasus infeksi lokal baru COVID-19 yang berhubungan dengan pasar udang. Hal itu disampaikan pejabat terkait, Sabtu (19/12), merujuk pada angka penularan lokal tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Kesembilan kasus tersebut berkaitan dengan pasar udang di provinsi Samut Sakhon, dekat Ibu Kota Bangkok, dengan empat infeksi dilaporkan pada Jumat (18/12).

BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 Tidak Ada Hubungan dengan Keanggotaan BPJS Kesehatan

Kasus itu bermula dari perempuan berusia 67 tahun yang berjualan udang di pasar tersebut yang dikonfirmasi telah terinfeksi COVID-19 sebelum tiga anggota keluarganya juga dinyatakan positif.

Terkait dengan angka kasus infeksi lokal ini, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Thailand Taweesin Wisanuyothin menyebut bahwa belum diperlukan aturan karantina wilayah, namun langkah pemerintah akan ditingkatkan jika angka kasus baru terus naik.

BACA JUGA: Vaksin, 3M dan Hidup Sehat Jurus Menyudahi Pandemi COVID-19

"Jika jumlah kasus tidak menurun juga esok hari atau setelahnya dan menjadi klaster tanpa diketahui asal-usulnya, kami akan memilih langkah mulai dari yang ringan hingga ketat untuk menanganinya," kata Taweesin.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul, Jumat malam, menyatakan bahwa situasi tersebut tidaklah mengkhawatirkan dan sebanyak 2.000 orang lebih di area tersebut telah menjalani tes deteksi COVID-19, dan lebih banyak tes lagi akan dijalankan.

BACA JUGA: Menko PMK Serukan Masyarakat jadi Pejuang Kemanusiaan Melawan Covid-19

Kasus lokal kebanyakan ditemukan pada orang-orang yang menjalani karantina setelah melakukan kontak erat dengan pasien terinfeksi virus corona. Kini, kebanyakan kasus COVID-19 di Thailand merupakan kasus infeksi impor.

Jumlah kasus infeksi di Thailand berada pada angka 4.331 kasus saja, disertai 60 kasus kematian, namun kegiatan ekonomi yang bersandar pada sektor pariwisata terkena dampak keras dari larangan perjalanan yang berlaku sejak April lalu.

Pada Kamis (16/12) Thailand mulai melonggarkan pembatasan untuk mengizinkan lebih banyak lagi turis yang masuk ke negaranya. Pemerintah memprediksi sekitar delapan juta turis asing akan berkunjung ke Thailand pada 2021, setelah 6,7 juta turis yang diperkirakan datang pada tahun ini. Sementara, pada 2019, catatan jumlah turis asing di Thailand mencapai 40 juta orang. (ant/dil/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler